Berita Lampung

64 Gerai UMKM Bandara Radin Inten II Ikuti Sensus Ekonomi BPS Lampung

Bukan hiruk-pikuk penumpang yang mengejar jadwal terbang, melainkan puluhan pelaku usaha yang tampak serius menatap layar ponsel masing-masing.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Istimewa
SENSUS EKONOMI - Suasana sensus ekonomi di gerai UMKM Bandara Radin Inten II. BPS Lampung jemput bola ke pelaku usaha yang bermitra dengan pihak Bandara. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung berupaya menjemput bola Sensus Ekonomi (SE) 2026.
  • Petugas BPS juga turun ke pelaku usaha mitra Bandara Udara Internasional Radin Inten II.
  • Sebanyak 64 tenant dan mitra usaha bandara ikut menyukseskan gelaran nasional satu dekade sekali, yakni Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Tribunlampung.co.id Bandar LampungSuasana Aula Siger di Bandar Udara Internasional Radin Inten II tampak berbeda pada Rabu (13/5/2026) pagi.

Bukan hiruk-pikuk penumpang yang mengejar jadwal terbang, melainkan puluhan pelaku usaha yang tampak serius menatap layar ponsel masing-masing.

Sebanyak 64 tenant dan mitra usaha bandara berkumpul bukan untuk rapat bisnis, melainkan menyukseskan gelaran nasional satu dekade sekali, yakni Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Melalui kegiatan bertajuk "Ngisi Bareng", pihak pengelola bandara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung berupaya menjemput bola agar pendataan usaha di objek vital tersebut berjalan kilat dan akurat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung program nasional ini. 

Baca juga: Bandara Radin Inten Siapkan Jalur Khusus Pemberangkatan Jemaah Haji 2026

Menurutnya, inisiatif mengumpulkan pelaku usaha dalam satu ruangan adalah kunci efisiensi.

"Kalau bisa jangan sampai petugas harus mendatangi satu per satu tenant. Kami ingin menjadi fasilitator agar proses pendataan ini berjalan lebih mudah, cepat, dan efisien," ujar Kiki

Kiki juga memaparkan fenomena dalam industri penerbangan saat ini, di mana wajah bisnis bandara mulai bertransformasi.

Ia mengatakan, pendapatan non-aeronautika, seperti sewa gerai UMKM, restoran, hingga aktivitas komersial lainnya, kini menjadi penopang penting bagi keberlangsungan industri bandara.

"Meskipun saat ini kontribusinya belum dominan, sektor ini terus tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem bandara," tambahnya.

Di sisi lain, BPS Provinsi Lampung memandang kawasan bandara sebagai salah satu barometer penting denyut ekonomi Bumi Ruwa Jurai. 

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Lampung, Ajid Hajiji, menyebutkan bahwa partisipasi pelaku usaha di bandara sangat krusial.

Dia menegaskan, bahwa tujuan Sensus Ekonomi ini adalah memotret wajah ekonomi Indonesia secara utuh.

Di sisi lain, Sensus ekonomi akan membaca pergerakan usaha, pola konsumsi masyarakat, hingga potensi sektor jasa di masa depan.

Dengan begitu, data yang akurat menjadi landasan kebijakan pemerintah selama 10 tahun ke depan.

"Tanpa partisipasi aktif dari para pelaku usaha, potret ekonomi Lampung tidak akan lengkap. Data ini yang menentukan arah kebijakan ekonomi kita ke depan," tegas Ajid.

Ketua Pelaksana SE2026 BPS Provinsi Lampung, M. Ilham Salam, mengatakan, pihaknya beserta tim siap membantu peserta yang mengalami kendala teknis, mulai dari akses tautan hingga verifikasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Untuk diketahui, Sensus Ekonomi merupakan hajatan besar BPS yang dilakukan setiap tahun berakhiran angka enam. 

Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan utama dalam berbagai hal dan keperluan.

Di antaranya, menjadi rujukan pemerintah enentukan kebijakan subsidi dan pengembangan UMKM. Rujukan investor melihat potensi pasar di suatu wilayah (terutama Lampung). Serta menjadi bahan bagi akademisi dalam melakukan penelitian mengenai struktur ekonomi wilayah.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved