Berita Lampung

Inflasi Lampung Terendah Nasional, Ini Penyebabnya

Lampung sebagai wilayah dengan harga paling stabil terlihat kontras dibandingkan Papua Barat yang mengalami inflasi tertinggi.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
INFLASI LAMPUNG TERENDAH - Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menjelaskan, rendahnya inflasi tahunan ini dipicu oleh penurunan harga yang tajam pada sektor tertentu. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Lampung dinobatkan sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year on year) terendah di Indonesia yakni sebesar 0,53 persen pada periode April 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian inflasi yang sangat rendah ini diikuti dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung sebesar 110,93.

Bangka Belitung berada di posisi kedua terendah nasional di bawah Lampung dengan angka 1,49 persen.

Sementara Aceh mencatatkan inflasi tertinggi di Sumatera sebesar 4,00 persen. 

Di tingkat nasional, posisi Lampung sebagai wilayah dengan harga paling stabil terlihat kontras dibandingkan Papua Barat yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,00 persen dan Papua Pegunungan sebesar 4,89 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menjelaskan, rendahnya inflasi tahunan ini dipicu oleh penurunan harga yang tajam pada sektor tertentu.

"Kelompok pendidikan menjadi kelompok dengan deflasi terdalam secara tahunan, yaitu sebesar 17,97 persen dengan andil deflasi mencapai 1,18 persen," urai Ahmadriswan dalam laporannya yang diterima Tribun Lampung, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, komoditas utama yang berperan besar menahan laju inflasi tahunan ini adalah penurunan biaya pada jenjang SMA dan SMP.

Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga tercatat mengalami penurunan indeks harga atau deflasi sebesar 0,07 persen secara tahunan.

Meski begitu, BPS mencatat Lampung mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,55 persen pada April 2026, yang masih lebih rendah dibandingkan April 2025 sebesar 1,19 persen.

Secara tahun kalender (year-to-date), tingkat inflasi Provinsi Lampung hingga bulan keempat tahun 2026 ini berada pada angka 1,04 persen.

Ahmadriswan memaparkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau merupakan motor utama penggerak inflasi bulanan.

"Inflasi tertinggi secara bulanan terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,98 persen, yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum sebesar 0,34 persen," jelasnya.

Adapun lima komoditas utama pemicu inflasi bulanan adalah minyak goreng (andil 0,09 persen), ikan nila (0,04 persen), serta sigaret kretek mesin, beras, dan cabai merah (masing-masing 0,03 persen).

Sebaliknya, kenaikan harga tersebut diredam oleh komoditas penetralisir seperti cabai merah dengan andil deflasi -0,06 persen, diikuti emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan antarkota, dan cumi-cumi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved