Polisi Gugur Ditembak di Lampung
Senyum Bripka Arya dalam Mimpi Jadi Kenangan Terakhir bagi Yovita Tri Gusti
Yovita Tri Gusti mengaku sempat memimpikan Bripka Arya Supena usai gugur. Senyum sang suami terus membekas di ingatannya.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Yovita sempat memimpikan almarhum suaminya. Arya tersenyum dari balik kaca mobil.
- Anak-anak masih sering menangis mencari ayahnya. Arya dikenal hangat dan suka membantu keluarga.
- Almarhum sering menolong tanpa dikenal polisi. Yovita simpan baju dinas belum dicuci.
- Anak-anak mencium baju karena rindu ayahnya. Yovita berharap polisi selalu berhati-hati bertugas.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di tengah duka yang belum reda, Yovita Tri Gusti masih menyimpan satu momen yang terus membekas di ingatannya saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.
Istri Bripka (Anumerta) Arya Supena itu mengaku sempat memimpikan sang suami sesaat setelah ksatria Bhayangkara tersebut gugur.
Dalam mimpi itu, Yovita melihat dirinya dan sang suami berada di kendaraan berbeda. Saat berpapasan, Arya membuka kaca jendela mobil lalu tersenyum kepadanya.
Momen itu terus teringat di benaknya di tengah kehilangan besar yang kini harus dihadapi bersama anak-anak mereka.
“Sampai sekarang anak-anak masih sering menangis dan mengigau ingin dipeluk ayahnya,” ujar Yovita lirih saat diwawancarai dalam program Saksi Kata di rumah duka kawasan Segala Mider, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Almarhum Bripka Arya Mendadak Romantis, Kenangan Yovita Sebelum Suami Berpulang
Yovita mengenang suaminya sebagai sosok ayah dan suami yang hangat. Di rumah, Arya disebut tak segan membantu pekerjaan sederhana seperti mengupas bawang hingga menemani anak belajar menjelang ujian.
Baginya, Arya bukan hanya anggota polisi, tetapi juga kepala keluarga yang selalu hadir untuk orang-orang di sekitarnya.
“Dia suka menolong orang, banyak yang dibantu tapi orang bahkan tidak tahu kalau dia polisi,” katanya.
Kenangan kecil itu kini justru menjadi hal yang paling dirindukan.
Yovita juga mengingat firasat-firasat yang muncul sebelum tragedi terjadi. Sehari sebelum kejadian, sang suami tiba-tiba meminta mengumpulkan dokumen keluarga seperti akta, kartu keluarga, hingga KTP.
Saat itu Arya hanya menjawab tenang bahwa semua dokumen disiapkan kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.
Tak hanya itu, rekan-rekan Arya juga sempat melihat perubahan sikap almarhum yang lebih banyak termenung dan memilih tetap berada di kantor saat piket.
Menurut cerita temannya, Arya bahkan enggan pulang karena khawatir anak-anak akan menangis saat melihatnya pergi lagi bertugas.
Kini, di rumah mereka di Jalan Mata Intan, aroma baju dinas Arya yang belum dicuci masih disimpan Yovita untuk mengobati rindu anak-anak.
“Bajunya dicium anak-anak karena masih ada bau ayahnya,” ucapnya.
| Bak Pertanda, Tangis Kencang Anak Yovita di Malam Sebelum Bripka Arya Gugur |
|
|---|
| Yovita Sempat Diberitahu Suaminya Kecelakaan, Ternyata Bripka Arya Gugur Ditembak |
|
|---|
| Almarhum Bripka Arya Mendadak Romantis, Kenangan Yovita Sebelum Suami Berpulang |
|
|---|
| Polda Lampung Masih Buru Pelaku Curanmor yang Tembak Bripka Anumerta Arya Supena |
|
|---|
| Istri AKP Anumerta Lusiyanto Minta Pelaku Dihukum Mati, Penasihat Hukum Akan Ajukan Saksi Tambahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Yovita-Sempat-Diberitahu-Suaminya-Kecelakaan-Ternyata-Bripka-Arya-Gugur-Ditembak.jpg)