Kampus di Lampung
Kuliah Teknik Industri ITERA Mahasiswa Belajar Menciptakan Alat Inovasi Pertanian
Teknik Industri Itera telah membuat alat inovasi untuk masyarakat berupa alat pertanian untuk memanen sawit berdasarkan postur ergonomi.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Teknik Industri Itera selalu berinovasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori.
- Tetapi juga praktik langsung yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.
- Beberapa alat yang pernah dibuat Teknik Industri Itera ada inovasi pemanen sawit dengan mempertimbangkan postur ergonomi.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatera ( Itera) selalu berinovasi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.
Hal ini dijelaskan oleh Koordinator Program Studi Teknik Industri Itera, Muhammad Faishal Jundana Muttaqin saat ditemui di Teknik Industri Itera ruang dosen yang berlokasi di Jl Terusan Ryacudu, Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kode pos 35365, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri Itera telah membuat alat inovasi untuk masyarakat. “Beberapa alat yang pernah kami buat, yang pertama ada inovasi pemanen sawit dengan mempertimbangkan postur ergonomi,” jelasnya Selasa (19/5/2026).
Jadi ketika memanen sawit, alat tersebut akan membantu memperhatikan postur ergonomi untuk mengurangi resiko cedera para pekerja.
“Yang kedua, ada juga alat pemotong tahu. Alat tersebut bisa mengefisiensi proses pemogongan tahu yang biasanya satu per satu menjadi sekaligus satu nampan yang besar,” ungkapnya.
Baca juga: Kampus Bukan Tempat Bisnis, Itera Tak Sepakat Kelola SPPG
Mahasiswa mampu menciptakan alat tersebut karena saat pertama kali masuk, mereka terlebih dahulu mengikuti tahap persiapan bersama selama satu tahun pertama.
Pada fase ini, mahasiswa mendapatkan penguatan basic science atau ilmu dasar sebagai bekal sebelum memasuki mata kuliah inti program studi.
“Ketika masuk ke Itera, mahasiswa akan mengikuti tahap persiapan bersama selama satu tahun. Mereka belajar basic science sebagai kuliah persiapan sebelum masuk ke mata kuliah inti Teknik Industri,” ujarnya.
Setelah melewati tahap persiapan, mahasiswa mulai mendalami berbagai mata kuliah inti yang berkaitan langsung dengan dunia industri. Salah satunya adalah ergonomi atau penghitungan postur tubuh manusia saat bekerja.
Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa memahami bagaimana menciptakan sistem kerja yang aman dan efisien bagi pekerja. Selain itu, Faishal mengatakan mahasiswanya juga dibekali mata kuliah statistika industri.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, hingga menyimpulkan data untuk mendukung pengambilan keputusan di industri.
Selain itu ada mata kuliah sistem rantai pasok, mahasiswa mempelajari alur produksi dari hulu hingga hilir.
Mereka diajak memahami proses pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi hingga produk akhir yang diterima konsumen.
Sementara itu, pada mata kuliah perancangan sistem terpadu, mahasiswa belajar mendesain, menginstal, sekaligus melakukan perbaikan terhadap berbagai persoalan industri.
Pembelajaran ini diarahkan agar mahasiswa mampu menghasilkan solusi maupun produk yang dapat diterapkan di masyarakat.
| Lampung Dipastikan Tak Kekurangan Hewan Kurban, DPRD: Pengawasan PMK Diperketat |
|
|---|
| Lampung Tengah Luncurkan Relawan Pendidikan untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah 2026 |
|
|---|
| Kakanwil Kemenag Lampung: Penyembelih Hewan Kurban Sebaiknya Juleha |
|
|---|
| Si Tole, Sapi Raksasa Metro Senilai Rp 118 Juta Siap Jadi Kurban Presiden |
|
|---|
| Stok Hewan Ternak untuk Kurban di Lampung Surplus bahkan Menyuplai ke Luar Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Teknik-Industri-ITERA-Hadirkan-Pembelajaran-Terintegrasi-Ciptakan-Inovasi-Alat-Pertanian.jpg)