Berita Lampung

Kuliah Sejarah Peradaban Islam UIN Lampung Mahasiswa Belajar Jadi Sejarawan Digital

Ketua Program Studi SPI, Aan Budianto menjelaskan bahwa sejak awal perkuliahan mahasiswa diperkenalkan dengan dasar-dasar keilmuan sejarah.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Istimewa
KULIAH - Para dosen SPI Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung saat melakukan upacara hari pendidikan nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Raden Intan Lampung.
  • Kuliah program studi tersebut mahasiswa belajar jadi sejarawan digital.
  • Mahasiswa diarahkan untuk mampu memproduksi konten sejarah yang edukatif dan menarik. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sekelompok mahasiswa dengan serius sedang memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh sang dosen di ruang kelas lantai 3 Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Raden Intan Lampung pada Rabu (13/5/2026).

Ketua Program Studi SPI, Aan Budianto menjelaskan bahwa sejak awal perkuliahan mahasiswa sudah diperkenalkan dengan dasar-dasar keilmuan sejarah dan keislaman agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap jurusan yang dipilihnya.

Tidak hanya berfokus pada kajian sejarah secara teoritis, prodi SPI juga mengembangkan kemampuan mahasiswa di bidang digital kreatif, jurnalistik, hingga pramuwisata sejarah.

“Pada semester awal mahasiswa dibekali mata kuliah umum seperti Pancasila, Kewarganegaraan, dan dasar-dasar keilmuan keagamaan,” ungkapnya Rabu (13/5/2026).

“Namun sejak semester satu kami juga langsung memperkenalkan pengantar ilmu sejarah agar mahasiswa memahami dasar keilmuan dan semakin yakin dengan pilihannya di Prodi Sejarah Peradaban Islam,” tambahnya.

Baca juga: LDC UIN Raden Intan dan KSM UIN Gusdur Studi Banding dan Sparing Debat Hukum

Menurut Aan, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia sejarah

“Karena itu, Prodi SPI menghadirkan berbagai mata kuliah kreatif yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, seperti sinema sejarah, sinematografi sejarah, dan jurnalistik sejarah,” tuturnya.

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mampu memproduksi konten sejarah yang edukatif dan menarik. 

Sejarah tidak lagi hanya disajikan dalam bentuk tulisan akademik, tetapi juga dikemas dalam format visual dan digital yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Kalau sejarah hanya ditulis mungkin kurang menarik bagi generasi sekarang. Tetapi ketika dikemas dalam media digital dan visual, nilai-nilai sejarah dan filsafat sejarah akan lebih mudah dipahami dan menjadi pembelajaran yang menarik,” jelasnya.

Tak hanya itu, Prodi SPI juga memiliki tenaga pengajar yang berkualitas di bidang akademik.

Saat ini terdapat tiga profesor dan tiga dosen bergelar doktor yang aktif mengajar, didukung sekitar sepuluh dosen tetap yang membina mahasiswa dalam berbagai bidang kajian sejarah.

Keunikan Prodi SPI UIN Raden Intan Lampung juga terlihat dari konsentrasi kajiannya yang berbasis potensi daerah. 

Salah satunya adalah kajian sejarah transmigrasi. Lampung diketahui memiliki Museum Transmigrasi yang menjadi satu-satunya museum transmigrasi di Indonesia.

Melihat potensi tersebut, Prodi SPI menghadirkan mata kuliah sejarah transmigrasi sebagai salah satu kajian unggulan. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved