Berita Lampung
BPS Pesawaran Latih 486 Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026
BPS Pesawaran menggelar Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diikuti sebanyak 486 petugas terpilih.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Ringkasan Berita:
- BPS Pesawaran menggelar Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 yang diikuti sebanyak 486 petugas terpilih.
- Pelatihan tersebut bertujuan membekali petugas dengan pemahaman yang seragam mengenai konsep, definisi, serta mekanisme pendataan yang akan diterapkan di lapangan.
- Petugas lapangan memegang peran penting dalam keberhasilan sensus karena menjadi ujung tombak pengumpulan data ekonomi
Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran menggelar Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diikuti sebanyak 486 petugas terpilih, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Bapenda Pesawaran Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Keringanan PKB 2026
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Pesawaran, Maya Narang Ali mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda nasional untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi secara akurat dan menyeluruh.
Maya mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan membekali petugas dengan pemahaman yang seragam mengenai konsep, definisi, serta mekanisme pendataan yang akan diterapkan di lapangan.
Menurutnya, petugas lapangan memegang peran penting dalam keberhasilan sensus karena menjadi ujung tombak pengumpulan data ekonomi yang nantinya digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
"Petugas lapangan merupakan pilar utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep dan definisi operasional sehingga data yang dikumpulkan akurat dan berkualitas," ujar Maya kepada Tribun Lampung.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan sensus sebelumnya.
Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mendorong munculnya berbagai jenis usaha baru yang semakin beragam dan fleksibel.
Saat ini, aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung melalui usaha konvensional, tetapi juga berkembang melalui platform digital seperti e-commerce, social commerce, hingga berbagai bentuk industri kreatif rumahan.
Karena itu, petugas lapangan diminta lebih cermat dalam melakukan pendataan agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat dengan baik.
Maya menegaskan bahwa usaha-usaha berbasis digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir juga harus menjadi perhatian petugas saat melakukan pendataan di lapangan.
“Industri konten digital seperti YouTuber, influencer, content creator, vlogger hingga afiliator merupakan bagian dari industri kreatif yang berkembang sangat cepat. Petugas harus memastikan usaha-usaha seperti ini tidak terlewat dalam pendataan, termasuk yang dijalankan dari rumah tangga,” katanya.
Selain memahami materi teknis pendataan, para petugas juga diminta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan aparat pemerintah daerah, perangkat desa, serta pelaku usaha untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus.
BPS Pesawaran juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada petugas yang bertugas di lapangan.
Maya menegaskan data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan maupun penarikan pungutan lainnya.
| Realisasi PAD Bandar Lampung Capai 45 Persen dari Target, Didominasi Pajak Daerah |
|
|---|
| Polres Lampung Selatan Raih IKPA Sempurna, Pengelolaan Anggaran Terbaik |
|
|---|
| Polisi Evakuasi Terduga Pencuri Motor yang Diamankan Warga Way Huwi Lampung Selatan |
|
|---|
| Pelarian Gembong Begal Lintas Provinsi Berakhir di Lampung, Tewas Ditembak Polisi |
|
|---|
| Peran Remaja dalam Kasus Pembunuhan Duda di Lampung Timur, Jebak Korban Bertemu Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pelatihan-Petugas-Lapangan-Sensus-Ekonomi-2026-Pesawaran.jpg)