Berita Lampung
Ampas dan Sisa Industri Makanan Jadi Komoditas Lima Besar Impor Lampung
Ampas dan sisa industri makanan yang menjadi bahan pakan ternak berada di urutan kedua impor Lampung dengan sumbangan 15,58 persen.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas belanja luar negeri alias impor Provinsi Lampung mengalami pergeseran tren yang cukup drastis pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data BPS Lampung, lima komoditas atau golongan barang yang paling banyak diimpor oleh Lampung sepanjang Triwulan I (Januari-Maret) 2026, didominasi oleh peralatan kereta api, ampas industri makanan (bahan pakan ternak), pupuk, Bahan Bakar Mineral (BBM), hingga Binatang Hidup.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, memaparkan bahwa Lokomotif dan Peralatan Kereta Api menduduki peringkat pertama sebagai komoditas impor terbesar di kuartal pertama 2026 dengan nilai mencapai USD 66,03 juta, atau menguasai 20,84 persen dari total impor Lampung.
Komoditas ini didominasi oleh pengadaan unit lokomotif diesel-elektrik baru seberat 1,69 juta kilogram yang seluruhnya didatangkan dari Amerika Serikat.
Ampas dan sisa industri makanan yang menjadi bahan pakan ternak menyusul di urutan kedua terbesar dengan sumbangan 15,58 persen.
"Nilai total impornya mencapai USD 49,37 juta dengan volume pasokan seberat 134,63 juta kilogram,"
Peringkat ketiga ditempati pupuk dengan nilai impor sebesar USD 43,53 juta, atau menyumbang 13,74 persen dari keseluruhan impor di periode tersebut.
Volume pupuk didominasi jenis kalium klorida, yang didatangkan untuk kebutuhan perkebunan dan pertanian Lampung ini tercatat seberat 147,41 juta kilogram.
Adapun bahan bakar mineral (BBM) berada di peringkat keempat dengan nilai USD 9,95 juta, atau memberikan andil sebesar 9,45 persen, dengan total volume sebesar 58,18 juta kilogram.
Binatang hidup yang didominasi sapi bakalan, menempati urutan kelima terbesar dengan realisasi nilai belanja sebesar USD 26,46 juta atau setara 8,35 persen.
"Volume pasokannya tercatat seberat 7,33 juta kilogram, di mana Australia menjadi negara pemasok utamanya," papar Sabiel.
Secara akumulatif, BPS Lampung mencatat tiga negara pemasok utama yang paling mendominasi pasar impor Lampung adalah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia.
Total nilai transaksi dari ketiga negara ini mencapai USD 159,99 juta dan menguasai sekitar 50,49 persen dari seluruh aktivitas impor di Bumi Ruwa Jurai.
BPS mencatat, performa belanja luar negeri Lampung di awal tahun ini mengalami penurunan yang cukup dalam.
Berdasarkan data perbandingan triwulan yang dipaparkan BPS, total nilai impor Lampung secara keseluruhan pada Triwulan I-2026 ini hanya menyentuh angka USD 316,86 juta.
| 6 Kabupaten/Kota di Lampung Didapuk Jadi Lokasi Penyelenggaraan PON 2032 |
|
|---|
| Motor Milik Bos Ayam Geprek di Lampung Nyaris Digasak Maling |
|
|---|
| Aparat Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Ratusan Mahasiswa di Pringsewu |
|
|---|
| Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Pringsewu, Kritik Kunjungan Dinas hingga Dugaan Dapur MBG |
|
|---|
| Klub Nonton Lampung Gelar Pemutaran Fim Crocodile Tears, Kisah Ibu-Anak yang Tak Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kantor-BPS-Lampung-soal-impor-Lampung.jpg)