Pendidikan
UT Bandar Lampung Kembangkan Mesin Perontok Lada di Surya Mataram
UT Bandar Lampung berhasil mengembangkan mesin perontok lada untuk petani di Desa Surya Mataram, Marga Tiga, Lampung Timur.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Timur - Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung berhasil mengembangkan mesin perontok lada untuk petani di Desa Surya Mataram, Marga Tiga, Lampung Timur.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): Inovasi Pengembangan Mesin Perontok Lada di Desa Surya Mataram Kabupaten Lampung Timur ini digelar Sabtu (30/5/2026).
Didukung pendanaannya melalui Program Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Times Higher Education (THE) Impact Ranking Universitas Terbuka Tahun 2025–2026 yang dikelola melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka.
Dukungan pendanaan merupakan wujud komitmen Universitas Terbuka dalam mendorong implementasi program-program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan inovasi di tingkat lokal.
Bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Terbuka Bandar Lampung dalam mendiseminasikan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir di Desa Surya Mataram, yaitu mulai 2023 sampai sekarang.
Desa ini telah menjadi salah satu desa mitra UT Bandar Lampung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, pengembangan usaha mikro, peningkatan literasi masyarakat, hingga inovasi teknologi pertanian.
FGD dan diseminasi dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain dosen Universitas Terbuka Bandar Lampung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lada Desa Surya Mataram, Gapoktan Lada Desa Sukadana Baru, Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Surya Mataram, aparat pemerintah desa, serta Kelompok Masyarakat PRABU yang selama ini aktif dalam pengembangan komoditas lada di Kabupaten Lampung Timur.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Welli Yuliatmoko, S.T.P., M.Si, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan hasil inovasi mesin perontok lada sekaligus menghimpun berbagai masukan dari petani, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya guna penyempurnaan teknologi yang telah dikembangkan.
“Komoditas lada merupakan salah satu produk unggulan masyarakat Lampung. Namun dalam praktiknya, proses perontokan lada masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif besar," katanya.
"Melalui inovasi mesin perontok lada ini, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi proses pascapanen, mengurangi beban kerja petani, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas lada di tingkat lokal maupun nasional,” sambung Dr. Welli Yuliatmoko.
Ia juga memaparkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan Universitas Terbuka Bandar Lampung di Desa Surya Mataram.
Meliputi pelatihan penyusunan peraturan desa, penguatan literasi informasi masyarakat, pengolahan hasil pertanian kakao, pengembangan usaha mikro, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Kepala Desa Surya Mataram Ismail Subing menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Terbuka Bandar Lampung dalam mendampingi masyarakat desa melalui berbagai kegiatan pengabdian.
Menurutnya, kehadiran mesin perontok lada menjadi salah satu inovasi yang sangat dibutuhkan petani mengingat lada merupakan komoditas penting bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Mesin perontok lada ini memberikan harapan baru bagi para petani. Jika sebelumnya proses perontokan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang cukup banyak, maka dengan teknologi ini proses pascapanen dapat dilakukan lebih cepat dan efisien," urai dia.
"Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” sambung Ismail Subing.
Dukungan terhadap inovasi tersebut juga disampaikan Ketua Gapoktan Desa Surya Mataram, Rasdui, yang merasakan langsung manfaat penerapan teknologi pascapanen lada bagi para petani.
“Mesin perontok lada ini dapat menghemat waktu petani dalam merontokkan lada saat panen besar karena berkapasitas 1 ton lada per jam. Kami mendapat bantuan dua unit mesin sehingga dapat membantu banyak anggota Gapoktan kami,” ujar Rasdui.
Menurutnya, keberadaan mesin tersebut mampu mengurangi ketergantungan pada proses perontokan manual yang selama ini membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dan waktu yang relatif lama.
Meningkatnya efisiensi proses pascapanen, petani diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas budidaya serta pengembangan usaha tani lada yang lebih produktif dan berdaya saing.
Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Timur, Ir. Teguh Pujianto, menegaskan pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam mengolah hasil panen lada sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Agus Susanto, pemerhati lada dari Kelompok Masyarakat PRABU, memaparkan pentingnya budidaya lada berbasis teknologi. Ia menekankan bahwa penerapan inovasi pada seluruh rantai produksi, mulai dari budidaya hingga pascapanen, menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk berkualitas.
Turut hadir sebagai narasumber Dr. Ade Imelda Frimayanti, M.Pd.I yang mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka Pusat.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kegiatan FGD dan diseminasi sebagai sarana penyebarluasan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait.
“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
"FGD dan diseminasi menjadi media penting untuk mempertemukan akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun solusi bersama bagi berbagai persoalan pembangunan,” jelas Dr. Ade Imelda Frimayanti.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Bandar Lampung berharap inovasi mesin perontok lada dapat menjadi salah satu solusi teknologi yang mampu mendukung peningkatan produktivitas petani lada di Lampung Timur.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Sebagai perguruan tinggi negeri yang mengemban mandat pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka terus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)
| Peringati Hardiknas, Dr. Ryzal Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi Wujudkan Partisipasi Semesta |
|
|---|
| SMA Global Madani Latih Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Lewat Coaching Clinic and Talk to Native |
|
|---|
| Kadisdikbud Lampung Apresiasi Prestasi Siswa Baitul Jannah Islamic School di Hari Kartini |
|
|---|
| Prestasi Gemilang! Prodi Ilmu Komunikasi UBL Sabet Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Komposisi Baru Pejabat Struktural STKIP PGRI Bandar Lampung Periode 2026–2030, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KEMBANGKAN-MESIN-PERONTOK-LADA-UT-Bandar-Lampung.jpg)