Berita Lampung

Gubernur Mirza Dukung Program BCF, BUMDes Dipersiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) dalam memperkuat peran BUMDes.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
DUKUNG PROGRAM BCF - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Muhammad Rifai Gani di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kamis (4/6/2026). Gubernur dukung program BCF, BUMDes dipersiapkan jadi penggerak ekonomi desa. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) dalam memperkuat peran BUMDes.
  • Sebagai penggerak ekonomi desa melalui program peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusia.
  • Menurut Gubernur Mirza, program yang ditawarkan BCF sejalan dengan Program Desaku Maju yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) dalam memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa melalui program peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: BCF Siapkan Program Pendampingan BUMDes di Lampung, Bakal Rekrut Sarjana Muda

Menurut Gubernur Mirza, program yang ditawarkan BCF sejalan dengan Program Desaku Maju yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.

Hal itu disampaikan dalam rapat kemitraan strategis peningkatan daya saing desa yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kamis (4/6/2026).

CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Muhammad Rifai Gani, menjelaskan bahwa lembaganya selama ini fokus pada pengembangan kepemimpinan generasi muda melalui program beasiswa, penguatan kapasitas pemuda, hingga Campus Leaders Program yang telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah.

Kini, BCF tengah mengembangkan program baru yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas BUMDes.

"Kami melihat BUMDes memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Yang kami dorong bukan hanya penguatan kelembagaan, tetapi bagaimana BUMDes mampu naik kelas, memiliki daya saing, dan masuk ke rantai nilai yang lebih luas," kata Jimmy.

Dalam program tersebut, BCF menawarkan pendampingan selama enam bulan dengan menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap desa sasaran, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal yang akan dilatih sebagai konsultan pengembangan desa.

Jimmy mengatakan program tersebut telah mendapat dukungan pendanaan dari Pupuk Indonesia dan akan diterapkan pada tiga lokasi percontohan nasional, termasuk Lampung yang menjadi salah satu daerah prioritas.

"Kami ingin memulai dari Lampung karena ekosistemnya sangat mendukung. Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan kedekatan dengan berbagai mitra strategis," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza menilai tantangan pembangunan desa saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan produksi komoditas, tetapi juga penciptaan nilai tambah dan penguatan kelembagaan ekonomi desa.

"Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa," kata Mirza.

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung saat ini tengah membangun ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao, dan kelapa melalui berbagai program pendukung.

Program tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengering hasil panen (bed dryer), pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.

Menurut Mirza, keberadaan BUMDes menjadi faktor penting dalam mengelola berbagai fasilitas ekonomi desa agar mampu memberikan nilai tambah langsung kepada masyarakat.

"Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation sangat relevan karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju, di antaranya peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf yang mulai dimanfaatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemprov Lampung dan BCF selanjutnya akan melakukan identifikasi desa serta BUMDes potensial yang akan menjadi lokasi percontohan. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada semester kedua tahun 2026.

Mirza berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

"Kalau model ini berhasil, Lampung bisa menjadi role model nasional. Desa-desa kita tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved