Berita Lampung

Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Upaya Pringsewu Kurangi 163 Ton Sampah Per Hari

Langkah ini penting mengingat timbunan sampah di kabupaten mencapai sekitar 163 ton per hari, sementara kapasitas TPA Bumi Ayu hanya 42 ton.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Diskominfo
PENGELOLAN SAMPAH - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Pendopo Pringsewu, Jumat (5/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pringsewu luncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah & Bank Sampah Induk Pringsewu Resik.
  • Timbunan sampah capai 163 ton/hari, TPA hanya mampu 42 ton/hari.
  • Bupati Riyanto tekankan pengelolaan sampah mulai dari rumah, libatkan masyarakat, dan tingkatkan nilai ekonomi sampah.

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperkuat pengelolaan sampah rumah tangga melalui Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Bank Sampah Induk Pringsewu Resik. 

Langkah ini penting mengingat timbunan sampah di kabupaten mencapai sekitar 163 ton per hari, sementara kapasitas TPA Bumi Ayu hanya 42 ton.

Peluncuran kedua program tersebut dilakukan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Pendopo Pringsewu, Jumat (5/6/2026). 

Riyanto menekankan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tantangan lingkungan.

“Pengelolaan lingkungan hidup yang baik dimulai dari keputusan sederhana: memilah sampah sejak dari dapur masing-masing. Dari rumah ke rumah, dari gang ke gang, dari desa ke desa, itulah titik awal perubahan yang sesungguhnya,” ujar Riyanto.

Dia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA, tetapi harus serius, terstruktur, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. 

Kedua program ini diharapkan mengurangi volume sampah ke TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang dapat dimanfaatkan.

Riyanto juga mengapresiasi terbentuknya 45 Bank Sampah Unit baru dalam dua bulan terakhir, serta dukungan PKK, OPD terkait, perusahaan, komunitas hijau, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dia mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola baik dapat memicu banjir dan kontaminasi mikroplastik yang membahayakan kesehatan. 

Melalui tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim,” Pemkab Pringsewu mengajak masyarakat menjadikan memilah sampah sebagai kebiasaan baru.

“Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan Pringsewu yang resik, hijau, sehat, dan berkelanjutan demi generasi yang lebih baik,” tutup Riyanto.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved