Berita Lampung
Suhu di Lampung Bisa Tembus 37 Derajat Celsius saat Masuk Puncak Kemarau
Terkait isu mengenai datangnya El Nino Godzilla, Rizki mengatakan saat ini kategori El Nino di Lampung masih terbilang lemah.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - BMKG Stasiun Klimatologi Lampung menyebut suhu udara di Bumi Ruwa Jurai bisa mencapai hingga 37 derajat celsius saat memasuki puncak kemarau.
Adapun puncak musim kemarau di Lampung tahun ini akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026.
Hal ini diungkapkan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lampung Rizki Priatama menanggapi lonjakan suhu udara di wilayah sumatera, di mana sejumlah provinsi dikabarkan telah mengalami suhu hampir mencapai 40 derajat celsius.
Terkait isu mengenai datangnya El Nino Godzilla, Rizki mengatakan saat ini kategori El Nino di Lampung masih terbilang lemah.
"Kondisi sekarang sebenarnya masih berada di El Nino lemah dengan indeks 0,69 yang sudah berlangsung selama tiga pekan berturut-turut. BMKG tidak pernah menggunakan istilah El Nino Godzilla dalam rilis informasi iklimnya karena itu bukan istilah resmi, walaupun ada prakiraan akan terjadi El Nino kuat pada beberapa bulan ke depan," ungkap Rizki dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Sedangkan El Nino bisa dikatakan kuat jika telah menyentuh angka indeks 1,5 atau lebih.
Rizki mengatakan, saat ini suhu udara rata-rata di Lampung berada di angka 28 derajat celsius dengan suhu maksimum berkisar 32-34 derajat celsius.
"Jika El Nino menguat pada bulan Juli dan seterusnya, suhu udara maksimum diprediksi melonjak tajam hingga mencapai 36 hingga 37 derajat celsius," kata dia.
BMKG mencatat sejumlah wilayah kabupaten/kota di Lampung yang diprakirakan akan mengalami dampak kemarau paling parah.
Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kemarau ekstrem yakni Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Lampung Timur.
Selain itu, wilayah seperti Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, serta Bandar Lampung juga tak luput dari ancaman El Nino tahun ini.
Meski sudah memasuki kemarau, BMKG memprediksi potensi hujan lokal atau cuaca ekstrem seperti angin kencang masih tetap ada di awal musim ini.
"Ya, masih ada peluang terjadinya hujan lokal atau cuaca ekstrem pada awal musim kemarau ini," kata Rizki.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi jika ada gangguan seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan adanya siklon tropis yang dapat meningkatkan massa uap air di udara.
"Apalagi suhu permukaan laut di sekitar wilayah Lampung masih cukup hangat, sehingga masih dapat mensuplai uap air yang menjadikan terbentuknya awan hujan," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| 21 Ribu Calon Siswa di Lampung Perebutkan 12 Ribu Kuota SMA Negeri Unggulan |
|
|---|
| Pemprov Lampung Akan Hidupkan 15 Desa Budaya, Dukung Sektor Pariwisata |
|
|---|
| Damkarmat Lampung Selatan Catat 37 Kasus Kebakaran hingga Mei 2026, Didominasi Rumah |
|
|---|
| DPRD Minta BGN Kaji Secara Matang Setiap Rencana Pengembangan Program MBG |
|
|---|
| Pelaku Pungli di Lampung Manfaatkan Jalan Rusak untuk Memalak Pengendara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BMKG-prediksi-musim-kemarau-di-Lampung-terjadi-pada-Mei-mendatang.jpg)