Harga BBM di Lampung

Kadis Perikanan Ungkap Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Nelayan di Pesawaran

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Pesawaran. 

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
DAMPAK - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin. Kadis Perikanan Ungkap Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Nelayan di Pesawaran. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan BBM berdampak signifikan pada nelayan Pesawaran
  • Biaya operasional melaut meningkat, terutama nelayan kecil
  • Konsumsi BBM 5–10 liter/hari, hingga 35 liter sekali melaut

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Pesawaran. 

Baca juga: BNNP Lampung Blender 1.320 Butir Pil Ekstasi dan 14,26 Gram Sabu dari 2 Tersangka

Peningkatan harga ini secara langsung mendorong naiknya biaya operasional melaut, terutama bagi nelayan kecil yang sangat bergantung pada BBM untuk menjalankan perahu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran, Zainal Arifin, mengatakan bahwa BBM merupakan salah satu komponen utama dalam kegiatan penangkapan ikan. 

Oleh karena itu, setiap kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada meningkatnya pengeluaran nelayan.

“Kenaikan BBM pasti sangat berpengaruh karena meningkatkan biaya operasional nelayan. Rata-rata nelayan kecil di Pesawaran menggunakan sekitar 5 hingga 10 liter BBM per hari untuk melaut,” ujar Zainal kepada Tribun Lampung, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan BBM akan jauh lebih besar bagi nelayan yang melaut hingga ke wilayah yang lebih jauh dari garis pantai. 

Dalam satu kali melaut, konsumsi BBM dapat mencapai hingga 35 liter atau bahkan lebih, tergantung jarak dan durasi penangkapan.

Kondisi tersebut berpotensi menekan pendapatan nelayan, terutama ketika hasil tangkapan tidak sebanding dengan peningkatan biaya operasional yang harus ditanggung.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur turut memperparah situasi. 

Hingga saat ini, Kabupaten Pesawaran belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sehingga nelayan umumnya membeli BBM dari pengecer dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU maupun SPBN.

“Nelayan Pesawaran umumnya membeli BBM dari pengecer karena belum ada SPBN di wilayah ini. Harga di tingkat pengecer tentu lebih mahal,” jelasnya.

Zainal menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga turut memengaruhi harga jual di tingkat pengecer. 

Hal ini menyebabkan biaya operasional nelayan semakin meningkat.

“Kenaikan harga Pertamax akan membuat harga eceran yang dibayar nelayan ikut naik, sehingga menambah beban biaya operasional mereka,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved