Berita Terkini Nasional

Orang Tua Affan Menangis Peluk Presiden Prabowo yang Melayat Ojol Tewas Dilindas Rantis

Orang tua Affan langsung meleleh dan terharu menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke rumah mereka. 

Tribunnews.com/Taufik Ismail
OJOL TEWAS DILINDAS - Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025). Orang tua Affan menangis peluk Presiden Prabowo yang melayat driver ojol tewas dilindas rantis. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Orang tua Affan Kurniawan menitikkan air mata memeluk Presiden Prabowo Subianto yang melayat ke rumah duka driver ojek online ( ojol) tewas dilindas rantis Brimob.

Brimob adalah singkatan dari Brigade Mobil. Merupakan satu di antara unit paramiliter dalam Institusi Polri, yang bertugas sebagai pasukan elite. Brimob memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh unit polisi lain.

Adapun tugas utama Brimob adalah menangani situasi dengan tingkat bahaya tinggi dan mendukung unit kepolisian lainnya.

Fungsi anggota Brimob meliputi, di antaranya, penanggulangan kejahatan berintensitas tinggi, pengamanan unjuk rasa dan kerusuhan, dan operasi khusus, seperti pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue), pengamanan objek vital, serta operasi perbatasan.

Kendaraan taktis atau rantis merupakan kendaraan militer atau kepolisian yang dirancang untuk operasi di berbagai kondisi ekstrem, termasuk medan berat dan gangguan keamanan. Serta untuk mendukung tugas penegakan hukum dan pertahanan negara.

Rantis Brimob yang telah melindas driver ojol hingga tewas adalah Barracuda. 

Peristiwa itu sampai membuat Presiden Prabowo datang ke rumah duka untuk melayat. Orang tua Affan langsung meleleh dan terharu menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke rumah mereka. 

Ketika itu Prabowo Subianto yang baru tiba di rumah duka Affan Kurniawan langsung menyalamai orang tua driver ojol tersebut dan memeluknya.

Di momen itulah orang tua Affan Kurniawan tidak sanggup menahan air matanya.

Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas setelah dilindas rantis Brimob di kawasan Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025).

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com Prabowo tiba di rumah duka yang beralamat di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta, pada Jumat malam (29/8/2025). Presiden tiba sekitar pukul 21.51 WIB.

Presiden saat itu didampingi sejumlah pejabat negara diantaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Presiden disambut oleh keluarga almarhum dan para tetangga yang sudah berkumpul.

Setibanya di dalam rumah duka, Presiden Prabowo langsung menyalami dan memeluk kedua orang tua almarhum. Kedua orang tua almarhum tampak terharu dan menitikkan air mata saat memeluk Presiden.

Usai berbincang sekitar 20 menit dengan keluarga almarhum Affan, Kepala Negara pun meninggalkan rumah duka.

Sebelumnya, pada keterangan pers yang diberikan pada Jumat siang, Presiden Prabowo telah mengungkapkan keprihatinan dan duka cita mendalam terhadap peristiwa tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujar Presiden Prabowo.

Ayah Inginkan Keadilan

Permintaan ayah dari Affan Kurniawan, driver ojek online alias ojol di Jakarta, yang tewas akibat dilindas rantis Brimob, tak muluk-muluk.

Affan Kurniawan menjadi korban tewas atas dugaan tindakan represif aparat saat aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Terjebak kerumunan massa saat mengantar pesanan makanan, Affan justru meregang nyawa setelah ditabrak lalu dilindas rantis Brimob.

Zulkifli, ayah Affan Kurniawan, tak menuntut secara hukum, namun berharap keadilan tetap ditegakkan.

“Kami cuma minta rasa keadilan. Yang berbuat itu yang harus ditindak. Tidak semua polisi harus jadi korbannya,” ujar Zulkifli kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Dini hari tadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo datang langsung menemui keluarga Affan. 

Dalam pertemuan itu, Zulkifli mengungkap bahwa Kapolri menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini melalui jalur hukum.

“Beliau bilang, ‘Bapak pikir-pikir dulu mau yang mana, jalur hukum kita tuntaskan semuanya.’ Itu yang disampaikan,” kata Zulkifli.

Ia juga menegaskan bahwa Kapolri berjanji akan mengusut tuntas kematian putranya.

“Janji akan diusut, seperti itu,” tambahnya.

Affan Kurniawan meninggal dunia pada Kamis malam (28/8/2025) setelah insiden tragis di tengah demonstrasi. 

Jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi.

Menindaklanjuti kasus ini, Divisi Propam Polri langsung bergerak. 

Sebanyak tujuh anggota Brimob diamankan dan menjalani pemeriksaan internal.

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyatakan bahwa ketujuh anggota tersebut terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.

“Tujuh orang terduga pelanggar telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian,” ujar Irjen Karim dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tuntas. 

Ketujuh anggota Brimob tersebut kini telah ditempatkan di ruang khusus atau patsus sebagai bagian dari proses penegakan disiplin.

Tentang Barracuda

Rantis Barracuda 4x4 adalah kendaraan buatan The Doosan Infracore Defense Products Business Group (BG), anak perusahaan Doosan Infracore dari Korea Selatan.

Perusahaan ini juga menjadi kontraktor utama kendaraan-kendaraan perang Korea Selatan. Barracuda mampu menahan pecahan granat dan tembakan peluru kaliber 7,62 milimeter (mm).

Kemampuan itu didapatkan karena bodi rantis itu berlapis pelat baja setebal 8 mm. Di samping itu, ada kaca setebal 4 mm dengan pelat baja tambahan juga telah disiapkan guna menahan laju peluru.

Dalam hal pacu daya, Barracuda ditenagai oleh mesin 3.730 cc empat silinder yang bisa menghasilkan tenaga hingga 218 dk. Adapun sasisnya dibuat oleh Mercedes-Benz.

Transmisi yang digunakan adalah DaimlerChrysler Electrical Pneumatic Shifting (EPS) dengan 8 gigi maju, dan 6 gigi mundur. 

Barracuda memilik winch dan bisa digunakan untuk melintasi medan offroad.

Spesifikasi teknis tersebut belum termasuk spek standar sebagai kendaraan pengendali massa.

Sebagai kendaraan pengendali massa, Barracuda dibekali dudukan untuk penempatan senjata yang berada di atap kendaraan, serta firing port atau lubang tembak yang sesuai untuk laras panjang.

Menurut pemberitaan Kompas.com, Barracuda bisa ditumpangi 12 orang, termasuk pengemudi dan komandan yang duduk di sebelah sopir.

Barracuda memiliki interior yang ergonomis. Pintu-pintunya sengaja dirancang untuk mempermudah keluar masuknya personel.

Interior tergolong ergonomis, dengan pintu-pintu yang didesain untuk memudahkan personil keluar-masuk.

Karena area pandang lumayan tinggi, personel di dalam Barracuda bisa mengawasi kondisi sekitar, bahkan ketika digunakan di tengan keramaian lalu lintas 

Terdapat ruang untuk menembak agar personel bisa menembak dari dalam mobil. Pada atap terdapat lampu dengan remote control untuk penerangan.

Berat kendaraan yang menjadi andalan Brimob sejak Maret 2005 itu mencapai 11,7 ton.(*)

Berita Selanjutnya Presiden Prabowo Kecewa dengan Petugas Gara-gara Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved