Berita Terkini Nasional
Bahlil Lahadalia Pernah Busung Lapar saat Kuliah, Kini Sebut MBG Program Mulia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ternyata pernah mengalami busung lapar saat sedang kuliah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ternyata pernah mengalami busung lapar saat mengenyam pendidikan tinggi alias kuliah.
Fakta mengejutkan ini diungkap Bahlil Lahadalia ketika menunjukkan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia bahkan menyebut MBG sebagai program mulia.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. MBG menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun MBG menyasar terutama siswa sekolah dasar dan menengah, serta masyarakat kurang mampu yang rentan terhadap kekurangan gizi. Tujuannya adalah untuk menekan angka stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menunjang prestasi belajar anak-anak Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, program MBG tidak hanya memberikan makanan secara cuma-cuma, tetapi juga memastikan bahwa menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang. Setiap porsi makanan mengandung unsur karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan susu.
Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta pelaku usaha mikro dan katering lokal, untuk mendukung keberlangsungan program ini. MBG menjadi salah satu bentuk penggerak ekonomi lokal.
Meski demikian, banyak kasus keracunan di berbagai daerah yang mencuri perhatian. Hal ini kemudian membuat publik terpecah menjadi pro dan kontra terhadap MBG.
Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) mengatakan, partainya konsisten mengawal MBG. Bukan tanpa alasan, ia menyebut MBG sebagai program mulia.
"Kita juga konsisten mengawal berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Makanan bergizi ini adalah sebuah program yang mulia," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/10/2025) malam, dikutip dari Tribunnews, Selasa (21/10/2025).
Bahlil lantas mengisahkan pengalaman pribadinya semasa kecil dan kuliah yang sulit mendapatkan asupan makanan cukup dan bergizi. Kondisi itu, bahkan sempat membuat Bahlil mengalami busung lapar.
"Kebetulan saya pernah dulu merasakan waktu proses sekolah tidak terlalu mendapatkan makanan yang bergizi. Satu waktu kuliah pernah busung lapar," ujarnya.
Busung lapar atau kwashiorkor adalah kondisi kekurangan gizi berat yang terjadi akibat kurangnya asupan protein dalam tubuh, meskipun kalori yang dikonsumsi mungkin masih cukup. Kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak di bawah usia lima tahun, terutama di daerah yang tingkat kemiskinannya tinggi atau akses terhadap makanan bergizi terbatas.
Busung lapar menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat mengancam tumbuh kembang anak secara fisik maupun mental. Ciri-ciri umum busung lapar meliputi perut yang membesar, wajah tampak bengkak, kulit kering atau mengelupas, rambut mudah rontok, dan berat badan yang sangat rendah.
Anak yang mengalami busung lapar juga cenderung lemas, tidak aktif, serta mudah terserang penyakit infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya menurun drastis. Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian.
Penyebab utama busung lapar biasanya berasal dari pola makan yang tidak seimbang dan rendah protein, seperti tidak adanya konsumsi daging, telur, ikan, atau kacang-kacangan. Faktor lain yang memperparah kondisi ini antara lain kemiskinan, kurangnya pengetahuan tentang gizi, sanitasi yang buruk, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Dalam banyak kasus, busung lapar juga berkaitan dengan bencana alam atau konflik yang menghambat distribusi pangan.
| Pesta Miras Berujung Maut, Adik Tusuk Kakak hingga Tewas Gegara Tersinggung |
|
|---|
| Dekan Universitas Bengkulu Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan Guru Besar, Dipicu Polemik BKD |
|
|---|
| Remaja Putri Ditemukan Bersimbah Darah setelah Tahu Kekasihnya Selingkuh |
|
|---|
| Ayah Syok Kehilangan 2 Anak, Si Sulung Tewas, Adiknya Jadi Pelaku Penusukan |
|
|---|
| Siasat Licik Pria Rudapaksa Gadis Usia 15 Tahun, Korban Disekap 9 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bahlil-pernah-busung-lapar.jpg)