Berita Terkini Nasional
Prabowo Angkat Bicara Soal Bupati Aceh Selatan: Mendagri Bisa Ya Diproses Ini?
Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Aceh, termasuk Aceh Selatan hingga mengakibatkan banyak korban.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Pernyataan tersebut disambut senyum para kepala daerah yang hadir. Prabowo kemudian menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan kepada para bupati yang bekerja di garis depan.
“Baik Mendagri, terima kasih. Saya lihat bupati pada senyum semua itu? Pokoknya kita dukung terus,” kata Presiden.
Dihubungi Mendagri
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan mengatakan Tito Karnavian telah menghubungi Mirwan untuk meminta klarifikasi terkait keberangkatannya saat Aceh Selatan masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
Dalam klarifikasi tersebut terungkap bahwa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk ke luar negeri. Mirwan juga tidak mengantongi izin dari Mendagri.
“Yang bersangkutan mengaku tidak ada izin gubernur maupun Mendagri untuk umrah dan akan pulang besok,” lanjut Benni.
Benni menyampaikan keprihatinan Kemendagri atas keputusan Mirwan meninggalkan wilayahnya saat warga masih terdampak bencana.
Ia menegaskan pentingnya kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat ketika penanganan bencana masih berlangsung.
“Kita ketahui bersama, Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor,” ujar Benni.
Kemendagri telah menugaskan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan setibanya kembali di Tanah Air.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur, kewenangan, dan ketentuan hukum dipatuhi.
Jawaban Pemkab
Terkait surat Gubernur Aceh yang berisi penolakan perjalanan ke luar negeri, Plt Sekda Diva Samudra Putra mengtakan surat tersebut baru diterima Pemkab Aceh Selatan pada 2 Desember 2025, saat Bupati sudah lebih dulu berada di Mekkah.
“Surat dari Gubernur Aceh baru kami terima tanggal 2 Desember. Pada saat itu Bupati sudah berada di Tanah Suci. Komunikasi dengan beliau baru tersambung tanggal 3 Desember karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam. Inilah yang menyebabkan miskomunikasi,” kata Diva Samudra Putra.
Meski Bupati berada di luar negeri, proses penanganan banjir di Aceh Selatan tetap berjalan normal. Seluruh OPD terkait, dikatakan bekerja sesuai prosedur dan terus berkoordinasi dengan posko utama.
Plt Sekda menambahkan bahwa Bupati akan tiba ke Aceh pada Minggu (7/12/2025).
“Beliau segera pulang setelah menyelesaikan rangkaian umrah. Pemerintah daerah tetap bekerja penuh untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan efektif,” pungkasnya.
Dicopot Gerindra
| Rumah Milik M di Pati Hangus Dibakar Anak Kandung, Kerugian Mencapai Rp100 Juta |
|
|---|
| Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Diduga Hantam Kepala Buruh Pakai Batu Bata |
|
|---|
| Tak Diberi Uang Rp5,5 Juta untuk Tukar Cincin, Anak di Pati Diduga Bakar Rumah Ayah Kandung |
|
|---|
| Guru SD PPPK Tewas Seusai Ditikam Siswi SMP saat Pergoki Dugaan Pencurian |
|
|---|
| Diduga Iri Soal Pekerjaan, Ika Jadi Korban Pengeroyokan di Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-angkat-bicara-soal-Bupati-Aceh-minta-Mendagri-proses.jpg)