Berita Terkini Nasional
Bocah Menjerit saat Tidur Dililit Ular, Ayah Sigap Ambil Parang
Bocah perempuan berinisial CCN (7) menjerit karena seekor ular piton berukuran raksasa melilit tubuhnya saat dia tengah terlelap.
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Bocah perempuan berinisial CCN (7) menjerit karena seekor ular piton berukuran raksasa melilit tubuhnya saat dia tengah terlelap.
- Peristiwa bocah dililit ular itu terjadi di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/1/2026) dini hari, sekira pukul 01.00 Wita.
- Ayah korban dengan sigap mengambil sebilah parang dan menebas bagian tubuh serta ekor ular secara membabi buta.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sultra - Seorang bocah perempuan berinisial CCN (7) menjerit karena seekor ular piton berukuran raksasa melilit tubuhnya saat dia tengah terlelap. Sang ayah pun sigap menghalaunya.
Peristiwa bocah dililit ular itu terjadi di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/1/2026) dini hari, sekira pukul 01.00 Wita.
Kejadiannya bermula saat korban tertidur lelap seorang diri. Tanpa disadari, seekor ular piton (sanca batik) masuk ke dalam kamar dan langsung menggigit kaki korban.
Terkejut dan kesakitan, C lantas berteriak histeris hingga membangunkan sang ayah. Sementara sang ular sudah melilit tubuhnya.
"Mendengar jeritan sang anak, ayah korban langsung menuju kamar dan mendapati pemandangan mengerikan. Ular piton tersebut sudah melilit tubuh C dan kembali menggigit bagian pahanya," jelas Eka, anggota keluarga korban, dikutip dari TribunSultra, Minggu (18/1/2026).
Melihat nyawa anaknya terancam, ayah korban dengan sigap mengambil sebilah parang. Dalam situasi genting tersebut, ia menebas bagian tubuh dan ekor ular secara membabi buta.
Tebasan yang mengenai titik vital ular tersebut akhirnya membuat lilitan maut perlahan terlepas. Setelah berhasil dievakuasi, kondisi C sempat tidak sadarkan diri.
Sang ayah dengan cepat menyiram tubuh korban menggunakan air hingga C kembali bernapas dan tersadar.
“Alhamdulillah, bapaknya cepat bertindak. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin nyawanya tidak tertolong,” ujar Eka.
Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, ular yang menyerang C adalah jenis sanca batik (malayopython reticulatus). Dalam foto pasca-kejadian, terlihat predator tersebut tergeletak mati di atas lantai semen dalam kondisi yang mengenaskan.
Ular tersebut memiliki diameter tubuh yang sangat tebal dengan panjang diperkirakan mencapai 7 hingga 8 meter. Tubuh ular tampak hancur akibat beberapa luka tebasan senjata tajam yang sangat dalam, mengakibatkan noda darah berceceran di lantai semen di sekitar bangkai ular.
Usai kejadian, C langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Akibat serangan predator tersebut, korban mengalami luka gigitan dalam serta memar serius di bagian kaki dan paha akibat lilitan yang kuat.
Jarak Kecamatan Oheo dengan Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekira 136 kilometer (km). Estimasi waktu tempuh perjalanan sekira 2 jam 48 menit berkendara motor atau mobil.
Berita selanjutnya Pria di Sultra Tebas Ular Piton yang Lilit Putrinya Saat Tertidur
| Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 7 Tewas dan Puluhan Luka |
|
|---|
| Anggota TNI Babak Belur Dihajar Massa di Terminal, Padahal Berniat Tolong Anak |
|
|---|
| Sularni Bakar Istrinya Saat Hendak Salat Isya, lalu Siram Bensin ke Diri Sendiri |
|
|---|
| Alasan Rocky Gerung Bersedia Hadiri Pelantikan Menteri, Padahal Kerap Kritik Pemerintah |
|
|---|
| Polisi Temukan Bukti Anggota DPRD Diduga Selingkuh dengan Istri Kades, Belum Ada Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/evakuasi-ular-piton-di-kandang-ayam-warga-metro.jpg)