Berita Viral

Tepergok Mokel, 2 Remaja Diduga Dianiaya, Videonya Viral di Medsos

Satu video viral di media sosial memperlihatkan dua remaja diduga dipukuli oleh sekelompok remaja lainnya lantaran tepergok mokel di Banyumas.

TribunJateng/Tangkapan Layar Instagram
PENGANIAYAAN REMAJA - Peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompok remaja di Desa Pasiraman Kidul, Pekuncen, Banyumas, terekam kamera HP dan viral di media sosial, Jumat (20/2/2026). Peristiwa tersebut menjadi sorotan warganet karena dipicu oleh aksi dua remaja yang kedapatan makan saat siang hari di bulan Ramadan atau dikenal dengan istilah mokel. 

Ringkasan Berita:
  • Video viral remaja diduga dipukuli karena mokel di Desa Pasiraman Kidul.
  • Kejadian di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
  • Polisi selidiki, pelaku dan korban masih pelajar. Kasus direncanakan diselesaikan lewat restorative justice.

Tribunlampung.co.id, Purwokerto - Satu video viral di media sosial memperlihatkan dua remaja diduga dipukuli oleh sekelompok remaja lainnya lantaran tepergok mokel.

Insiden tersebut terjadi tepatnya di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Aksi dugaan penganiayaan tersebut terekam kamera ponsel hingga videonya tersebar dan viral di medsos.

Mokel adalah istilah tidak baku (bahasa gaul) yang berarti membatalkan atau tidak menjalankan puasa sebelum waktunya saat bulan Ramadan.

Istilah ini populer di kalangan masyarakat Jawa dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyebut orang yang makan atau minum diam-diam sebelum waktu berbuka. Kata ini bukan istilah resmi dalam bahasa Indonesia formal, melainkan ungkapan slang.

Baca juga: Gamis “Bini Orang” Viral, Banyak Dicari di Lampung karena Bahannya Adem

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJateng.com, wideo berdurasi 27 detik itu diunggah oleh akun Instagram @switsweeet yang berkolaborasi dengan @banyumas24jam.

Dalam video terlihat sekelompok remaja sedang terlibat konflik di sebuah lapangan.

Dua remaja tampak sedang makan nasi bungkus di sudut lapangan.

Namun tiba-tiba salah satu dari mereka dipukul pada bagian belakang kepala sebanyak dua kali oleh remaja lainnya.

Dari percakapan yang terdengar dalam video, remaja yang melakukan pemukulan mengaku tidak terima wilayahnya digunakan untuk makan secara sembunyi-sembunyi saat waktu puasa.

Aksi tersebut menuai banyak komentar dari warganet yang menyayangkan tindakan kekerasan itu.

Banyak yang menilai pemukulan tersebut berlebihan.

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang viral tersebut.

Ia mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran setelah menerima informasi mengenai video yang beredar di media sosial.

"Awalnya Polsek mendapat informasi tentang video viral tersebut, kemudian melakukan penyelidikan mengenai orang-orangnya dan tempat lokasinya ternyata di wilayah Pekuncen," kata Slamet kepada tribunjateng.com, Sabtu (21/2/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved