Berita Viral

Kondisi Terkini Mahasiswi yang Bersimbah Darah Dibacok Teman Kampus

Kondisi mahasiswi UIN Suska Riau bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) setelah menjadi korban pembacokan Raihan Mufazzar (21).

Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TribunPekanbaru.com/Rizky Armanda
PEMBACOKAN - Lokasi pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026). Kondisi mahasiswi UIN Suska Riau bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) setelah menjadi korban pembacokan Raihan Mufazzar (21). 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi mahasiswi UIN Suska Riau bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) setelah menjadi korban pembacokan Raihan Mufazzar (21) pada Kamis (26/2/2026) pukul 08.00 WIB. 
  • Korban berusaha menangkis serangan pelaku yang membawa kapak hingga mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di bagian kepala.
  • Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan.

Tribunlampung.co.id, Riau - Kondisi mahasiswi UIN Suska Riau bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) setelah menjadi korban pembacokan teman dekatnya, Raihan Mufazzar (21).

Korban berusaha menangkis serangan pelaku yang membawa kapak hingga mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di bagian kepala. Sontak tubuhnya bersimbah darah karena sayatan tersebut. 

Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan lantaran pelaku cepat diamankan sejumlah petugas keamanan kampus. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, insiden pembacokan itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) pukul 08.00 WIB. Korban dibacok saat berada di ruangan lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Farradhilla merupakan mahasiswi semester 8 asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ia diserang saat bersiap melaksanakan ujian munaqosah sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Geger Mahasiswa Bacok Pujaan Hati di Kampus, Berniat Bunuh karena Cinta Ditolak

Pelaku secara tiba-tiba datang memasuki ruangan dengan membawa sebilah senjata tajam sejenis kapak dan langsung membacok korban beberapa kali. Saat diperiksa, di tas pelaku tersimpan satu senjata tajam lagi jenis parang.

"Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela," sebut Kasat Reskrim, dikutip dari TribunPekanbaru, Kamis.

Kabar terbaru, pelaku berhasil ditangkap. Ia resmi ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," kata Kasat Reskrim.

Rencananya, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dan tes urine. Hal ini guna memastikan kondisi psikis serta apakah pelaku di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras, hingga nekat melakukan aksi yang terbilang sadis itu.

"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine," jelas Anggi.

Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.

"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.

Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.

Persoalan Asmara

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved