Berita Terkini Nasional

Siswa SMP Tega Bunuh Kakak Gara-gara Perselisihan Uang Kuliah

Mahasiswa berinisial MAR (22) meninggal dunia setelah dianiaya adik kandungnya yang masih SMP (15 )

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Istimewa
KORBAN PEMUKULAN ADIK - Ammar Ketua Hipmi Universitas Al Azhar dipukul adik kandung hingga tewas di Kelapa Gading Jakarta Utara (Istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa MAR (22) meninggal dunia setelah dianiaya adik kandungnya yang masih SMP (15).
  • Peristiwa terjadi di rumah mereka di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (24/2/2026) petang.
  • Motif dugaan pembunuhan terkait perselisihan soal uang kuliah.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Mahasiswa berinisial MAR (22) meninggal dunia setelah dianiaya adik kandungnya yang masih SMP (15 )

Peristiwa terjadi di rumah mereka di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (24/2/2026) petang.

Motif pembunuhan diduga dipicu soal perselisihan uang kuliah.

Saat ini, pelaku telah diamankan warga tanpa perlawanan.

Lantaran pelaku masih di bawah umur, kasus ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara.

Baca juga: Anggota DPD RI Tekankan Tugas Mahasiswa UIN RIL Adalah Belajar dan Membangun Karakter

Barang bukti diamankan yakni palu yang digunakan untuk memukul kepala korban.

Kasus pembunuhan diketahui warga setelah ibu korban berteriak.

Meski sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, nyawa korban tak tertolong.

Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, mengatakan pelaku yang masih berusia 15 tahun kesal ke kakaknya karena sering minta uang ke ibu untuk biaya kuliah.

"Sedangkan terhadap kakaknya, jadi karena dalam hal ini korban ternyata mengambil kuliah di tiga tempat sekaligus, sehingga memerlukan biaya yang banyak." 

"Jadi si anak itu (pelaku) agak merasa kesal terhadap kakaknya karena sering minta uang dalam jumlah yang cukup besar dan dengan cara kasar," ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.

Hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan pelaku dalam kondisi stabil saat menganiaya korban.

Sementara itu, ibu korban, Nurul Arifah, menjelaskan kedua anaknya sering berkelahi pasca perceraian rumah tangganya.

Mantan suami tak pernah memberi nafkah sehingga keluarga tidak harmonis.

"Dia (anak-anak) ada kekesalan dengan ayahnya dan segala macam. Jadi apa ya, anak-anak itu kan kesal dengan bapaknya, apalagi 7 bulan ini diblokir HP anak kandungnya itu," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved