Berita Viral

Oknum Polisi Tikam Adik Ipar, Korban Terkapar di RS hingga Makan Lewat Selang

Ardhalina Lanuhu (24) masih terkapar di RSUD Sele Be Solu setelah ditikam oleh mantan kakak iparnya, Bripda Muh. Arfandi Manaf.

Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Tribunsorong.com/Safwan
PENIKAMAN - Ardhalina Lanuhu (24), korban penikaman oleh mantan kakak ipar Bripda Muh. Arfandi Manaf, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sele Be Solu, Senin (9/3/2026). Kondisinya membaik meski masih terbaring di ranjang. 

Ringkasan Berita:
  • Ardhalina Lanuhu (24) masih terkapar di RSUD Sele Be Solu setelah ditikam oleh mantan kakak iparnya sendiri, Bripda Muh. Arfandi Manaf. 
  • Korban menderita sejumlah luka tusuk hingga kini hanya bisa makan lewat selang. 
  • Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) dini hari. 

Tribunlampung.co.id, SorongArdhalina Lanuhu (24) masih terkapar di RSUD Sele Be Solu setelah ditikam oleh mantan kakak iparnya sendiri, Bripda Muh. Arfandi Manaf. 

Kabar terbaru, setelah empat hari dirawat kondisinya kini membaik. Meski begitu, dokter belum memperbolehkan keluar dari ruang ICU, sehingga kunjungan atau besuk pun dibatasi.

Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) dini hari. Korban menderita sejumlah luka tusuk di tubuhnya. 

"Dokter bilang meski luka berangsur baik, Ardha belum diperkenankan bicara banyak maupun gerak," ujar Kapten Inf. Lanuhu Buton, ayah korban ditemui TribunSorong.com di RSUD, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, sejumlah luka luka tusuk di badan ditangani secara medis, termasuk operasi dan tindakan lain.

Baca juga: Masiman Tikam Leher Rekan Kerjanya hingga Tewas Setelah Cekcok

Menurut Lanuhu, putrinya harus menjalani pemulihan cukup panjang, sebab luka tikaman nyaris merusak organ vital, seperti jantung dan usus besar.

"Makan pun sekarang masih lewat selang," ucapnya.

Lanuhu menyebut, peristiwa berdarah itu membuat putrinya trauma berat. Ardhalina merasa ketakutan bila melihat orang-orang baru di ruang ICU.

"Dia hanya mau ditemani saya atau ibu, dan kakaknya," kata perwira TNI AD yang bertugas di Sorong Selatan ini.

Kronologi Penikaman

Kapten Inf. Lanuhu Buton menceritakan, sebelum kejadian, putrinya keluar makan sahur di rumah teman, Jumat (6/3/2026) dini hari.

"Sekitar pukul 01.00 WIT, ia kembali ke rumah. Anak saya kemudian kunci pintu lalu tidur," ujarnya.

Sekitar satu jam kemudian, lanjutnya, pelaku masuk lewat pintu lain, karena sebelumnya terlebih dahulu menyembunyikan kunci.

Sejumlah warga sempat melihat Bripda MAM di sekitar rumah, tetapi tidak menaruh kecurigaan karena mereka adalah kerabat. Bripda MAM pun leluasa masuk rumah lalu menuju kamar korban.

"Ardhalina tiba-tiba terbangun, lalu melihat pelaku sudah berada tepat di atas perut sambil pegang pisau," kata Lanuhu.

Pelaku selanjutnya membabi buta menikam Ardhalina, namun sempat berkali-kali ditangkis. Upaya perlawanan membuat pisau mengarah tak beraturan melukai tangan, betis, paha, hingga perut.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved