Berita Terkini Nasional

Bahas Sewa Dapur SPPG, Anggota DPRD Malah Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan

Seorang perempuan di Pandeglang melaporkan anggota DPRD Kota Serang berinisial DK atas dugaan pelecehan saat membahas kerja sama sewa dapur SPPG.

TribunSolo.com/Aji Bramastra
ANGGOTA DPRD DILAPORKAN - Foto ilustrasi, dugaan pelecehan. Perempuan asal Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, inisial NI (40), melaporkan seorang anggota DPRD Kota Serang berinisial DK ke pihak berwajib atas dugaan pelecehan. Menurut keterangan keluarga, peristiwa itu bermula pada 31 Januari 2026 saat NI bertemu dengan DK untuk membahas kerja sama sewa dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang perempuan NI (40) melaporkan anggota DPRD Kota Serang berinisial DK atas dugaan pelecehan seksual terkait pertemuan membahas kerja sama dapur program gizi di Banjar Pandeglang.
  • Korban mengaku dipeluk dan dicium tanpa persetujuan, serta sebelumnya disebut sempat mengalami tindakan tidak pantas.
  • DK membantah tuduhan dan menyebut laporan itu berkaitan dengan konflik bisnis sewa dapur SPPG.
  • DK juga melaporkan balik NI atas dugaan pencemaran nama baik.

Tribunlampung.co.id, Pandeglang - Malam itu, NI (40) berharap pertemuannya dengan seorang anggota DPRD Kota Serang bisa menyelesaikan satu urusan sederhana: kepastian kerja sama sewa dapur untuk program pemenuhan gizi.

Namun pertemuan yang awalnya soal pekerjaan itu justru berujung laporan polisi.

Perempuan asal Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang tersebut kini melaporkan seorang anggota DPRD Kota Serang berinisial DK ke pihak berwajib atas dugaan pelecehan.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa itu bermula pada 31 Januari 2026 saat NI bertemu dengan DK untuk membahas kerja sama sewa dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, adik korban, Hermawan, mengatakan kakaknya saat itu ingin meminta kejelasan soal kesepakatan sewa ompreng atau wadah makanan yang akan digunakan dalam program dapur SPPG.

Baca juga: Nasib Dosen RP yang Ajak Mahasiswi Bimbingan Skripsi di Hotel, Terbukti Pelecehan

Mereka kemudian berkeliling melihat lokasi dapur menggunakan mobil DK. Motor yang sebelumnya dipakai NI ditinggal di rumah.

“Awalnya mereka lihat pekerjaan di dapur dulu. Setelah itu pulang lagi. Di jalan teteh saya nanya soal sewa tempat,” kata Hermawan.

Dalam perjalanan itu, pembicaraan soal kerja sama disebut belum selesai. DK kemudian mengajak NI melanjutkan pembicaraan di rumah.

“Terduga bilang jangan di mobil bicaranya. Teteh saya bilang sudah malam. Lalu dia bilang ngobrolnya di rumah saja,” ujarnya.

Dugaan Pelecehan di Rumah Korban

Setibanya di rumah NI, keduanya kembali membahas soal harga sewa ompreng hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

Namun setelah itu, situasi yang terjadi disebut berubah.

“Setelah sepakat, keduanya bersalaman. Nah, terduga pelaku memeluk dan mencium korban,” kata Hermawan.

Ia juga menyebut sebelumnya sempat terjadi tindakan tidak pantas saat mereka berada di dapur SPPG.

“Di tempat SPPG juga ada kejadian, pegang paha,” tambahnya.

Merasa tidak nyaman dengan kejadian tersebut, keluarga akhirnya memutuskan melaporkan kasus ini ke polisi pada 2 Maret 2026.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved