Berita Terkini Nasional

Pria Usia 41 Tahun Aniaya Mahasiswi Diduga Gara-gara Cintanya Ditolak

Ternyata, pria tersebut sudah lama memendam perasaan kepada si mahasiswi namun tidak berbalas karena korban menganggapnya sebagai teman.

Pos Kupang/Istimewa
RUMAH KORBAN - Bhabinkamtipmas Batuplat saat mendatangi kediaman korban, Sabtu 21 Maret 2026. Pria usia 41 tahun aniaya mahasiswi diduga gara-gara cintanya ditolak. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pria usia 41 tahun nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang mahasiswi.
  • Diduga penganiayaan itu gara-gara cinta pelaku ditolak korban.
  • Selain itu, pelaku kesal setelah korban mempunyai kedekatan dengan pria lain.

Tribunlampung.co.id, Kupang - Seorang pria usia 41 tahun nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang mahasiswi diduga gara-gara cintanya ditolak.

Ternyata, pria tersebut sudah lama memendam perasaan kepada si mahasiswi namun tidak berbalas karena korban menganggapnya sebagai teman.

Pria yang tega menganiaya mahasiswi itu berinisial A (41),  sedangkan korbannya adalah F, wanita muda usia 24 tahun.

Peristiwa pilu ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026) di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiasa, saat dikonfirmasi pada Minggu 22 Maret 2026, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Ia menyebut, motif penganiayaan diduga dipicu oleh rasa sakit hati pelaku karena cintanya tidak terbalas.

"Pelaku langsung menganiaya korban di dapur. Motifnya karena sakit hati," ujarnya dikutip Tribunflores.com.

Korban Sedang Masak

Berdasarkan kronologi, kejadian bermula saat korban sedang memasak di dapur rumahnya. Pelaku yang datang dalam kondisi dipengaruhi alkohol tiba-tiba melakukan penganiayaan tanpa diketahui secara pasti pemicu awalnya.

Pelaku kemudian melayangkan pukulan secara bertubi-tubi ke arah kepala dan pipi korban hingga korban terjatuh. Dalam kondisi terdesak, korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit jari manis tangan kanan pelaku hingga terluka.

Aksi tersebut akhirnya dilerai oleh keluarga dan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan interogasi oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa pelaku telah lama menyimpan perasaan terhadap korban. Namun, korban tidak merespons perasaan tersebut dan hanya menganggap pelaku sebagai teman.

Rasa sakit hati pelaku semakin memuncak setelah mengetahui korban telah memiliki pacar, hingga akhirnya berujung pada tindakan kekerasan tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma dan bersama keluarganya sempat berencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Pihak kepolisian pun telah mengamankan pelaku dan memberikan pendampingan kepada korban.

Namun demikian, Kapolsek menyebutkan bahwa permasalahan tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi antara kedua belah pihak keluarga.

"Kasusnya sudah damai, kedua belah pihak sudah mediasi dan pelaku membuat surat pernyataan," jelasnya.(*)

Berita Selanjutnya Balita Meninggal saat Orang Tuanya Cekcok Hebat, Dilempar Ayah ke Kasur

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved