Berita Terkini Nasional

Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL Bertambah Jadi 15 Orang

Tabrakan antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi sekitar pukul 20.52 WIB.

Tribunlampung.co.id/Tribunnews/Jeprima
EVAKUASI GERBONG - Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas dan KAI mengevakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas memotong gerbong KRL saat mengevakuasi korban. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, terus bertambah. 

Dari data terakhir hingga Selasa (27/4/2026) malam, Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 15 nyawa melayang dalam musibah tersebut.

Sementara 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Tabrakan antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur Km 28+920. 

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting membenarkan korban meninggal dunia saat ini mencapai 15 orang.

“Iya, ada 15 (korban) meninggal dunia,” ujar Martinus kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). 

Martinus mengatakan, 10 dari 15 jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati oleh tim gabungan Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota. 

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru mengatakan, pihaknya telah menerima tujuh data antemortem dari keluarga korban.

“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” kata Prima. 

Prima menuturkan, jenazah pertama tiba di rumah sakit sekira pukul 03.00 WIB.

Kemudian jenazah kedua tiba pukul 07.00 WIB. “Terus jam 07.00 WIB tambah lagi dua, habis itu banyak brek-brek-brek gitu,” katanya. 

Pihaknya berupaya agar proses identifikasi seluruh korban dapat diselesaikan secepat mungkin.

Adapun proses identifikasi menggunakan foto korban yang terlihat gigi dan berkas yang memiliki sidik jari korban seperti ijazah. 

“Kami usahakan selesai hari ini. Karena kan DVI kan enggak bisa (buru-buru), kadang-kadang nanti ada kesulitan yang lain,” kata dia. 

Taksi Korsleting

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved