Berita Terkini Nasional

Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL Bertambah Jadi 15 Orang

Tabrakan antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi sekitar pukul 20.52 WIB.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Tribunnews/Jeprima
EVAKUASI GERBONG - Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas dan KAI mengevakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas memotong gerbong KRL saat mengevakuasi korban. 

Ia menjelaskan, dalam situasi kereta melaju dengan kecepatan tinggi, sistem pengereman tidak memungkinkan untuk menghentikan laju secara mendadak seperti kendaraan di jalan raya. Karena itu, ketika terdapat hambatan di rel, risiko tabrakan sulit dihindari. 

Said juga membantah anggapan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh gangguan pada sistem persinyalan. Menurutnya, kerusakan pada sensor justru terjadi akibat adanya kendaraan yang melintang di atas rel. 

"Enggak (persinyalan eror), karena ada banyak (faktor). Ada taksi itu kemudian yang KRL berhenti makanya sensor pun rusak, error," kata Said. 

Ia menduga kendaraan taksi listrik tersebut mengalami gangguan atau mogok saat melintas di pelintasan, dalam kondisi jarak dengan kereta yang sudah terlalu dekat.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Said, masinis kereta sebenarnya telah mengetahui adanya hambatan di jalur, namun tidak memiliki cukup waktu dan ruang untuk melakukan pengereman hingga berhenti total. 

"Bisa sudah melihat, hanya saja ya enggak mungkin kereta ngerem. Enggak mungkin kereta ngerem. Jadi yang salah taksi yang menyeberang," ujarnya. 

Lebih lanjut, Said menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan, khususnya di perlintasan sebidang.

Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan demi mencegah kecelakaan serupa. 

"Semuanya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua, baik bagi sopir-sopir mobil, pengendara mobil, maupun masinis semuanya harus mengambil pelajaran yang sangat berharga ini. Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada," kata dia. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved