Berita Terkini Nasional

Berawal Cari Kerja di FB, Mahasiswi Diduga Jadi Korban Penyekapan dan Rudapaksa

Cari kerja lewat Facebook, mahasiswi inisial MA (21) asal Nunukan, Kaltara, diduga disekap dan dirudapaksa di rumah mewah Makassar selama tiga hari.

Tayang:
Dokumentasi Tribunnews.com
MAHASISWI DIDUGA DIRUDAPAKSA - Foto ilustrasi, korban rudapaksa. Tiga hari berada di dalam rumah mewah itu terasa seperti mimpi buruk bagi MA. Ia diduga menjadi korban penyekapan dan rudapaksa. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi asal Kabupaten Nunukan diduga disekap & dirudapaksa di Makassar.
  • Korban mencari kerja lewat Facebook sebelum dijebak pelaku.
  • Perempuan 21 tahun itu ditemukan lemas dengan tangan terikat.
  • Polisi menduga korban disekap selama tiga hari di rumah mewah. Kasus kini ditangani Polrestabes Makassar.

Tribunlampung.co.id, Makassar - Tiga hari berada di dalam rumah mewah itu terasa seperti mimpi buruk bagi MA. Ia diduga menjadi korban penyekapan dan rudapaksa.

Mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tersebut hanya bisa berharap ada seseorang yang datang menyelamatkannya setelah tangannya terikat dan tubuhnya mulai lemas.

Harapan itu akhirnya muncul ketika pemilik rumah mengetuk pintu rumah elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tempat MA diduga disekap oleh pria yang baru dikenalnya lewat Facebook.

Saat pintu terbuka, warga mendapati perempuan 21 tahun itu terduduk dalam kondisi memprihatinkan. Tangannya masih terikat, wajahnya pucat, dan tubuhnya tampak kelelahan setelah diduga mengalami penyekapan selama tiga hari.

Warga yang melihat kondisi korban langsung memberikan pertolongan sebelum melapor ke polisi. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Tamalate datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Baca juga: Siasat Licik Bos Kafe Rudapaksa Karyawannya yang Masih Remaja, Korban Lapor Polisi

“Petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, Rabu (13/5/2026) malam, dilansir kompas.com.

Korban kemudian diamankan dan mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.

Dari hasil pemeriksaan awal, kasus itu bermula ketika korban mencari pekerjaan melalui media sosial Facebook.

Korban disebut berkenalan dengan seorang pria yang menawarkan pekerjaan dan menyatakan dirinya diterima bekerja.

“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian dimaksud,” ujar Latif.

Tak hanya diminta datang, korban juga diarahkan untuk menginap di rumah tersebut.

“Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut,” tuturnya.

Namun sesampainya di lokasi, situasi berubah mencekam.

Korban diduga disekap di dalam rumah selama beberapa hari. Dalam proses penyelidikan awal, polisi juga menemukan dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami korban selama berada di rumah tersebut.

“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” kata Latif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved