Berita Terkini Nasional

Pelajar Pilih Selamatkan Nenek daripada Diri Sendiri, Akhirnya Tewas dalam Kebakaran

Peristiwa kebakaran di Jalan Banyu Kidul Gang Molin RT 08 RW 04 Bayu Urip, Sawahan ini menimbulkan kesedihan.

Tayang:
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
EVAKUASI - Petugas Tim Inafis Polrestabes Surabaya mengevakuasi kantong jenazah MARB ke dalam mobil ambulans. Sosok MARP sang cucu dan SU neneknya menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Pelajar memilih menyelamatkan neneknya daripada diri sendiri dari kebakaran.
  • Akhirnya keduanya meninggal terjebak kebakaran hebat.
  • Peristiwa kebakaran itu terjadi di sebuah rumah di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5/2026) malam.

Tribunlampung.co.id, Surabaya - Seorang pelajar memilih menyelamatkan neneknya daripada diri sendiri dalam kebakaran rumah di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/5/2026) malam.

Peristiwa kebakaran di Jalan Banyu Kidul Gang Molin RT 08 RW 04 Bayu Urip, Sawahan ini menimbulkan kesedihan.

Sebab pelajar bersama neneknya tersebut justru malah meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut.

Korban merupakan pelajar laki-laki berinisial MARP, berstatus pelajar kelas satu SMP sekolah negeri di Surabaya.

Kabarnya, cucu dan nenek tersebut berada di lokasi berbeda, yakni sang nenek berada di kamar mandi sisi dalam rumah.

Sedangkan, sang cucu diketahui terjebak di salah satu kamar kosan lantai dua rumah.

Sejumlah warga menyebutkan, sang cucu MARP berusaha berjibaku menyelamatkan sang neneknya yang sudah renta dan tak sanggup berjalan dengan cepat untuk menyelamatkan diri di tengah situasi kebakaran.

Tetangga, Dwi Prastyo menceritakan, kobaran api diketahui berada di area teras rumah yang dimanfaatkan sebagai bengkel reparasi motor listrik, dan area gudang penyimpanan pasokan barang dagangan toko kelontong.

Korban MARP sebenarnya bisa menyelamatkan diri dari kebakaran tersebut dengan menaiki tangga akses menuju ke ruangan kosan di lantai  dua.

Namun, bocah kelas satu SMP tersebut lebih memilih menyelematkan sang nenek ketimbang nyawanya sendiri.

Korban MARP membopong dan menuntun sang nenek di area ruangan tengah untuk dibawa ke toilet dengan harapan bisa tetap selamat selama api berkobar-kobar.

"Mungkin ya bisa (selamat), karena dia kan yang disayang ya, neneknya kan yang disayang gitu kan. Makanya dia nyelamatin neneknya dulu gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, pada Selasa (26/5/2026) dini hari.

Dwi mengakui, selama hidup bertetangga dengannya, ia menyaksikan sendiri bahwa sosok MARP memang begitu menyayangi sang nenek selama ini.

MARP juga dikenal sebagai sosok yang sopan, supel, dan gemar membantu orang tua dan nenek mengelola toko kelontong di samping area teras rumah.

"Oh, anaknya supel kok. Baik. Kelas 1 SMP. Iya, supel anaknya. Wis pokoknya supel, anaknya itu baik, anaknya ini lho sering bantu orang tua," katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved