Universitas Lampung

Dr Dany Amrul Ichdan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Universitas Lampung

Prof Dany Amrul Ichdan mengatakan, buku itu diterbitkan sebagai upaya apresiasi terhadap kinerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

|
Dr Dany Amrul Ichdan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Universitas Lampung - Bedah-Buku-Lampung-Naik-Kelas-1.jpg
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Unila
BEDAH BUKU: Prof Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mind ID (Mining Industry Indonesia (MIND ID) BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia membedah buku "Indonesia Naik Kelas" di Universitas Lampung (Unila).
Dr Dany Amrul Ichdan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Universitas Lampung - bedah-buku-Lampung-Naik-kelas-2.jpg
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Unila
BEDAH BUKU: Prof Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mind ID (Mining Industry Indonesia (MIND ID) BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia membedah buku "Indonesia Naik Kelas" di Universitas Lampung (Unila).
Dr Dany Amrul Ichdan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Universitas Lampung - Bedah-Buku-dok.jpg
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Unila
BEDAH BUKU: Prof Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mind ID (Mining Industry Indonesia (MIND ID) BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia membedah buku "Indonesia Naik Kelas" di Universitas Lampung (Unila).

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung-  Dr Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mind ID (Mining Industry Indonesia (MIND ID) BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia membedah buku "Indonesia Naik Kelas" di Universitas Lampung (Unila). 

Dr Dany Amrul Ichdan mengatakan, buku itu diterbitkan sebagai upaya apresiasi terhadap kinerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Menurutnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal telah menciptakan banyak legacy untuk Provinsi Lampung. 

"Bisa didukung bagaimana Lampung ini naik kelas, naik kelasnya Lampung harus ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang juga naik," kata Wadirut Mind ID, Dr Dany Amrul Ichdan di lantai 2 Rektorat Unila, Rabu (26/11/2025). 

Pihaknya mengajak semua pihak harus membangun Lampung. 

Ia mengatakan, apa yang dibangun menjadi distingfungsinya di Lampung, dilihat frame work syarat naik kelas bisa mengembangkan 3 frame work. 

Diantaranya, distingtif yakni bagaimana mengembangkan keunggulan kearifan lokal Lampung yang bisa dilakukan sebuah produk komoditi.

Selain itu, ada juga produk development plant yang punya nilai komersial yang bagus. 

Hal itu menjadi tolak ukur bahwa bisa ada komersialisasi dari produk development plan berbasis keunggulan di Lampung. 

Dany menjelaskan bahwa di Lampung ada penguatan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan harus dimonetasi dalam jangka panjang. Dengan begitu, dia optimistis bisa memonitasi kearifan lokal di Lampung, sehingga punya nilai komersial substib. 

"Maka dengan ini harus dibuat peta jalan yang clear per klaster industri yang menjadi kearifan lokal," kata Dr Dany. 

"Dan sekarang, alhamdulillah pertumbuhan Lampung di atas 5 persen, sehingga industri pengolahan di Lampung harus dibangun berdasarkan distingtif dari keunggulan di Lampung," kata Dany. 

Untuk kedepan, dia menyebut perlu ada harmonisasi antar lembaga, orkestrasi regulasi pengambilan keputusan yang tepat.

Selain itu, juga ada komersialisasi yang tepat sehingga Lampung naik kelas, best on orkestrasi industri yang kuat. Sehingga stagnasi pertumbuhan ekonomi di lampung tidak stag diangka 5 persen. 

Deny mengungkapkan, bedah buku di Unila dilakukan setelah di launching dan kedepan akan dijadikan literatur di kampus. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved