UIN Raden Intan Lampung
Mahasiswa FEBI UIN RIL Jadi Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026
Mahasiswa FEBI UIN RIL Mariska Safitri dinobatkan menjadi Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) Mariska Safitri jadi Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026 di ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.
Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/5/2026).
Mariska mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Terlebih, dirinya menjadi finalis termuda atau mahasiswa baru di antara peserta lain yang mayoritas merupakan mahasiswa semester akhir, pekerja profesional, hingga mahasiswa program magister.
“Senang dan bersyukur sekali bisa meraih predikat favorit, meskipun belum masuk lima besar. Apalagi saya termasuk finalis termuda karena masih mahasiswa baru, sementara peserta lain rata-rata sudah semester delapan, bekerja, bahkan ada yang menempuh pendidikan S2,” ujarnya.
Mahasiswa Akuntansi Syariah angkatan 2025 itu mengaku sempat merasa kurang percaya diri selama masa karantina karena melihat pengalaman para finalis lain yang jauh lebih banyak.
Selain itu, UIN RIL juga telah dua tahun berturut-turut meraih predikat Duta Bahasa Favorit.
“Awalnya saya merasa takut karena UIN RIL sudah dua tahun berturut-turut menjadi favorit. Saya khawatir tidak bisa mempertahankan capaian senior-senior sebelumnya. Selama karantina tentu ada rasa minder karena pengalaman peserta lain jauh lebih banyak. Namun, saya tetap berusaha menjalani semuanya dengan semangat karena sebagai mahasiswa baru saya masih dalam tahap belajar,” katanya saat diwawancarai Tim Humas, Minggu (24/5/2026),
Mariska diketahui merupakan penerima beasiswa Bright Scholarship dari YBM BRILiaN dan tinggal di asrama.
Ia mengatakan proses karantina yang dimulai sejak awal April hingga 22 Mei cukup menyita waktu, terutama kegiatan malam dan tugas kelompok.
“Saya tinggal di asrama sehingga memang memiliki keterbatasan waktu untuk keluar malam. Namun, alhamdulillah teman-teman asrama dan kepala asrama sangat mendukung sehingga saya tetap bisa mengikuti kegiatan karantina dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan lain datang karena sebagian besar agenda karantina berlangsung pada akhir pekan, sementara dirinya juga memiliki kegiatan pembinaan dan pengabdian bersama penghuni asrama.
“Bagi sebagian finalis, karantina pada Sabtu dan Minggu mungkin tidak mengganggu kegiatan kuliah. Namun bagi saya, akhir pekan justru merupakan waktu untuk kegiatan asrama, seperti pembinaan dan kegiatan kemasyarakatan," ujarnya.
"Meski demikian, seluruh rangkaian karantina terasa menyenangkan karena para finalis dan panitia memiliki energi positif sehingga rasa lelah tidak terlalu terasa,” lanjutnya.
Dalam proses seleksi, peserta melewati lima tahapan, mulai dari pemberkasan yang meliputi esai dan curriculum vitae, penampilan bakat, tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawancara kebahasaan dan organisasi, hingga tahap akhir berupa krida kelompok dan wawancara final.
Pada tahap unjuk bakat, Mariska menampilkan bakat story telling atau bercerita dalam bahasa Inggris.
| Tim Peneliti UIN RIL Petakan Model Pemeringkatan Madrasah dan Pesantren Berkelanjutan |
|
|---|
| Rektor UIN RIL Tekankan Komitmen Kampus Implementasikan Lingkungan Berkelanjutan |
|
|---|
| UIN RIL Gandeng Juru Sembelih Halal Provinsi Lampung untuk Perkuat Ekosistem Industri Halal |
|
|---|
| Dosen UIN RIL Jabarkan Riset Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan di Forum Internasional |
|
|---|
| Akademisi UIN RIL Sebut Kepuasan Publik Operasi Ketupat Krakatau 2026 Capai 98,2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/duta-bahasa123.jpg)