Pendidikan
Stafsus Mendikdasmen: Isu Krisis Numerasi yang Diangkat Universitas Malahayati Visioner
Stafsus Mendikdasmen menilai, isu krisis numerasi yang diangkat Universitas Malahayati adalah langkah strategis dan visioner.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melalui Staf Khusus (Stafsus) Arif Jamali, S.Pd., M.Pd menilai, isu krisis numerasi yang diangkat dalam International Professors Summit 2026 oleh Universitas Malahayati adalah langkah strategis dan visioner.
Menjawab tantangan pendidikan saat ini, khususnya terkait krisis numerasi nasional. “Isu krisis numerasi adalah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan kita,” ujar Arif Jamali saat menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan materi di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Rabu (7/1/2026).
"Apa yang dilakukan Universitas Malahayati melalui International Professors Summit ini merupakan langkah strategis dan visioner, karena membahas persoalan numerasi secara menyeluruh dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi," lanjutnya.
Ia menegaskan, kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan angka dan matematika, tetapi juga berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan peran aktif perguruan tinggi dalam merumuskan solusi berbasis kajian ilmiah dan praktik pendidikan yang berkelanjutan.
Arif Jamali berharap hasil diskusi dan rekomendasi dari International Professors Summit 2026 dapat menjadi rujukan penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kebijakan dan penguatan pembelajaran matematika dan statistika di Indonesia.
Dalam sambutannya, Arif Jamali mengapresiasi penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini Universitas Malahayati menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang secara khusus dan komprehensif mengangkat isu krisis numerasi nasional dalam sebuah forum akademik internasional dengan melibatkan para profesor dan pakar lintas negara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri Rektor Universitas Malahayati Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes.
Turut hadir pula para dekan, dosen, mahasiswa, profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah.
International Professors Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Penyelenggaraan International Professors Summit 2026 oleh Universitas Malahayati menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata dunia pendidikan, khususnya persoalan krisis numerasi.
Melalui forum ilmiah berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga motor penggerak lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis berbasis keilmuan.
Sinergi antara akademisi, profesor, dan pemerintah yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, serta berkelanjutan demi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)
| Prestasi Gemilang! Prodi Ilmu Komunikasi UBL Sabet Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Komposisi Baru Pejabat Struktural STKIP PGRI Bandar Lampung Periode 2026–2030, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Jalani Ramadan di Tengah Musim Dingin Moskow, Dosen UBL Ini Rasakan Makna Baru Puasa |
|
|---|
| Mahasiswa UBL Borong Prestasi di Ajang Internasional Desain Arsitektur di Jepang |
|
|---|
| Rektor Dorong Mahasiswa Beri Dampak Nyata Selama Magang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Stafsus-Mendikdasmen-45.jpg)