Univeristas Teknokrat Indonesia
Keren, Mahasiswa Teknik Komputer Teknokrat Kembangkan Mesin Pencacah Pupuk Berbasis IoT
Inovasi tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari Digital Smart Composter yang telah dikembangkan sebelumnya pada tahun 2024.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mengembangkan Mesin Pencacah Pupuk Berbasis Internet of Things (IoT).
Mesin ini diciptakan sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari Digital Smart Composter yang telah dikembangkan sebelumnya pada tahun 2024.
Pada versi terbaru ini, mahasiswa melakukan pengayaan fitur, peningkatan sistem kontrol, serta integrasi teknologi IoT untuk memaksimalkan proses pencacahan bahan organik.
Mesin pencacah pupuk berbasis IoT ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa Teknik Komputer, yakni Imelda Dwi Mariska, Syakhrul Ramadhan, dan Restu Yuda Utama, di bawah bimbingan dosen Dedi Darwis.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata pembelajaran berbasis riset dan inovasi yang aplikatif di Universitas Teknokrat Indonesia.
Mesin tersebut dirancang untuk membantu proses awal pengolahan limbah organik, seperti sisa makanan, limbah pertanian, hingga bahan organik lainnya, agar dapat diolah lebih cepat menjadi pupuk.
Sistem pencacahan yang terkontrol memungkinkan ukuran bahan organik disesuaikan sehingga mempercepat proses dekomposisi pada tahap berikutnya.
Keunggulan utama mesin ini terletak pada penerapan teknologi IoT yang memungkinkan pengguna memantau kinerja dan status operasional mesin secara real-time melalui perangkat digital seperti smartphone maupun komputer.
Data operasional yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk analisis dan pengembangan sistem ke depan.
Tim pengembang menyebutkan bahwa integrasi IoT tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memudahkan perawatan serta pengendalian mesin.
Teknologi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas, baik di sektor pertanian, peternakan, pengelolaan limbah organik rumah tangga, hingga industri kecil.
Inovasi ini merupakan bagian dari program hilirisasi riset yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui skema SINERGI tahun 2025.
Pendanaan tersebut menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi terapan yang memiliki potensi implementasi di masyarakat.
Dosen pembimbing, Dedi Darwis, menyampaikan bahwa pengembangan mesin ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan keilmuan teknik komputer dengan kebutuhan nyata di lapangan.
| Halalbihalal, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ingatkan Nilai Ramadan Jadi Landasan Tridharma |
|
|---|
| Universitas Teknokrat Indonesia Terima Visitasi ACQUIN, Menuju World Class University |
|
|---|
| Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Ikut Pelatihan Kesekretarisan dan Kesiapan Dunia Kerja |
|
|---|
| Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan AgroBot Feed, Robot Pemberi Pakan Ternak |
|
|---|
| Academic Expo Universitas Teknokrat Indonesia Tampilkan Inovasi Kebun Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Inovasi-mesin-pencacah-rumput.jpg)