UIN Raden Intan Lampung

LP2M UIN RIL Asah Kompetensi Dosen Pemula dan Tendik Lewat Workshop Penulisan Proposal

LP2M UIN RIL gelar Workshop Penulisan Proposal bagi dosen pemula dan tenaga fungsional, Kamis (16/4/2026).

Dokumentasi UIN Raden Intan Lampung
WORKSHOP - LP2M UIN RIL gelar Workshop Penulisan Proposal bagi dosen pemula dan tenaga fungsional, Kamis (16/4/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Pusat Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) gelar Workshop Penulisan Proposal bagi dosen pemula dan tenaga fungsional, Kamis (16/4/2026).

Wakil Rektor III Bambang Budi Wiranto, Ph.D mewakili Rektor menyampaikan, workshop ini merupakan bentuk perhatian institusi dalam meningkatkan kemampuan dosen dan tendik, khususnya dalam penulisan proposal penelitian.

Ia menekankan pentingnya memahami cara merumuskan masalah penelitian (research problem) sebagai langkah awal dalam penyusunan proposal.

Menurutnya, proposal menjadi pintu masuk dalam menjalankan peran akademisi, termasuk dalam misi khalifatul fil ard.

“Kita sebagai akademisi harus memahami bahwa integrasi keilmuan dan keislaman juga harus diimplementasikan dalam konteks ibadah,” ujarnya di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic & Research Center UIN RIL.

Ada sekitar 60 peserta yang mengikuti workshop tersebut. Tidak hanya dosen dan tenaga kependidikan (tendik), sejumlah mahasiswa turut ambil bagian dalam workshop ini.

WORKSHOP - LP2M UIN RIL4
WORKSHOP - LP2M UIN RIL gelar Workshop Penulisan Proposal bagi dosen pemula dan tenaga fungsional, Kamis (16/4/2026).

 

Lebih lanjut, Bambang menyinggung pentingnya capaian riset dalam mendukung target institusi, termasuk peningkatan publikasi bereputasi dan kontribusi terhadap pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings (QSWUR).

Ia menyebut LP2M, khususnya Pusat Penelitian, sebagai ujung tombak dalam penguatan riset. Karena itu, diperlukan roadmap penelitian yang jelas dan terarah, sejalan dengan visi internasionalisasi kampus pada 2035.

Selain itu, ia juga mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi.

“Sejauh mana kontribusi akademik kita pada riset, dan bagaimana riset itu bisa dikomersialisasikan sehingga memberi nilai tambah,” katanya.

Ia juga mengingatkan sebagai seorang muslim, aktivitas penelitian harus selaras dengan upaya mempelajari dan memanfaatkan alam semesta tanpa merusaknya.

Ketua LP2M UIN RIL Dr. Ali Abdul Wakhid menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dalam penulisan proposal sesuai dengan pedoman Litapdimas.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Dr. Siti Ummi Masruroh, M.Sc. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Prof. Adam Malik menekankan pentingnya menghasilkan riset yang tidak hanya selesai pada publikasi, tetapi juga memiliki dampak dan disitasi oleh peneliti lain.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved