UIN Raden Intan Lampung

Aklamasi! Prof Idham Kholid Kembali Pimpin Senat UIN RIL Periode 2026-2030

Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Senat UIN RIL periode 2026-2030.

Tayang:
Dokumentasi UIN Raden Intan Lampung
AKLAMASI - Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Senat UIN RIL periode 2026-2030. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Senat UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) periode 2026-2030. 

Guru Besar bidang Bahasa Inggris tersebut ditetapkan dalam Sidang Senat Pemilihan Ketua dan Sekretaris Senat yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 8, Rabu (20/5/2026).

Dalam sidang, Prof. Dr. Moh. Bahrudin, M.Ag juga kembali terpilih sebagai Sekretaris Senat UIN RIL periode 2026-2030. Jalannya sidang berlangsung lancar dan aspiratif.

Pelaksanaan sidang mengacu pada PMA Nomor 9 Tahun 2026 tentang Statuta UIN Raden Intan Lampung, khususnya Pasal 37 dan seterusnya, yang menjadi dasar pelaksanaan pemilihan Ketua dan Sekretaris Senat yang dipilih dari dan oleh anggota senat.

Senat sendiri merupakan salah satu organ universitas yang berfungsi sebagai unsur penyusun kebijakan serta menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan pelaksanaan kebijakan akademik.

Sidang dipimpin langsung oleh Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D selaku Ketua Sidang sekaligus anggota senat.

Sebelum proses pemilihan dimulai, Rektor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Senat UIN RIL periode 2022-2026 atas dukungan dan sinergi selama masa kepemimpinannya.

Ia menyebut berbagai capaian UIN RIL dalam empat tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi dan kolaborasi Senat Universitas.

“Penataan dan pengembangan kelembagaan kampus, pembukaan program studi baru, pembukaan sejumlah fakultas, hingga peningkatan sumber daya manusia dengan lahirnya 35 guru besar baru di UIN RIL, semuanya tidak lepas dari peran serta Senat UIN RIL periode 2022-2026,” ujarnya.

Rektor juga menyinggung berbagai capaian akademik dan non-akademik UIN RIL, di antaranya keberhasilan mempertahankan posisi sebagai kampus paling hijau dan paling berkelanjutan di lingkungan PTKIN melalui UI GreenMetric, serta capaian dalam pemeringkatan Webometrics, THE Impact Ranking, dan sejumlah pemeringkatan lainnya.

 Menurutnya, dukungan nyata Senat Universitas juga sangat dirasakan dalam proses persiapan dan pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi perguruan tinggi BAN-PT hingga UIN RIL meraih predikat Unggul.

“Semua capaian itu tidak mungkin diraih tanpa kebersamaan antara rektorat, pascasarjana, fakultas, dan Senat Universitas,” katanya.

Rektor berharap hasil pemilihan tersebut benar-benar menjadi aspirasi murni anggota senat. Ia juga mengajak seluruh unsur di UIN RIL untuk bersama-sama bergandengan tangan menatap masa depan kampus yang lebih baik.

“Mari bersama ketua senat yang kita pilih bersama-sama, bergandeng tangan menatap masa depan yang lebih baik lagi untuk UIN RIL,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah anggota senat juga menyampaikan pandangan dan dukungan terhadap kepemimpinan Prof. Idham Kholid.

Prof. Dr. Erina Pane menyarankan agar kepemimpinan Prof. Idham dilanjutkan kembali karena dinilai solid dan membawa marwah yang baik bagi lembaga senat.

Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Syukur menilai kepemimpinan Prof. Idham selama periode sebelumnya berjalan sinergis, kooperatif, dan tegas dalam mendukung pengembangan UIN RIL.

Menanggapi penetapan tersebut, Prof. Idham Kholid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Senat UIN RIL.

 Ia mengatakan, jabatan ketua senat sejatinya layak diemban banyak anggota senat lainnya. Namun dirinya memandang senat sebagai salah satu organ penting dalam struktur organisasi universitas.

“Ada organ pelaksana, organ pertimbangan, dan organ pengawasan. Senat adalah salah satu organ penting dalam organisasi UIN RIL,” katanya.

Menurutnya, selama ini ia terus berupaya membangun persepsi bahwa senat tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi lembaga yang aktif menjalankan fungsi organisasi secara maksimal.

Ia menyebut pada periode sebelumnya telah dibentuk empat komisi di lingkungan senat sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Ke depan, ia berharap koordinasi dan penguatan fungsi senat dapat terus ditingkatkan.

“Kita perlu menguatkan koordinasi agar persepsi kita sama dalam menguatkan lembaga ini menjadi lebih baik,” ujarnya. 

Sidang tersebut dihadiri 54 anggota senat dan 7 orang berhalangan hadir. Anggota senat ini terdiri atas unsur Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana sebagai anggota ex-officio, Guru Besar, serta perwakilan dosen bukan profesor dari masing-masing fakultas.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved