UIN Raden Intan Lampung
Rektor UIN RIL Tekankan Komitmen Bersama Matangkan Persiapan Tim Ad Hoc
Rektor UIN RIL tekankan komitmen bersama dalam persiapan Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional, Rabu (20/5/2026).
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kampus, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang dihadapi bersama saat ini.
Itu diutarakannya di tengah giat Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang matangkan persiapan kerja Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional, Rabu (20/5/2026).
Ia menyebutkan kondisi UIN RIL dalam dua tahun terakhir mengalami efisiensi dan penajaman anggaran sehingga belum secerah tahun-tahun sebelumnya.
Namun menurutnya, keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk terus bergerak.
“Yang paling penting dalam berorganisasi itu bukan ketersediaan anggaran, tetapi kekuatan spirit, kemauan, dan itikad baik dari individu-individunya. Kalau spirit dan tekad itu ada, akan terbuka ide-ide kreatif dan realistis yang bisa membuka jalan keluar,” ujar Rektor.
Rektor juga mengenang awal pengembangan layanan internasional di UIN RIL.
Ia mengaku terlibat langsung menghadirkan mahasiswa internasional pertama saat masih menjabat Direktur Pascasarjana pada 2008/2009.
“Saat itu modalnya hanya relasi sebagai alumni luar negeri dari Rusia. Tahun 2009 mulai mendapat kontak HKLN (Kemenag) dan perlahan bisa menghadirkan mahasiswa asing di IAIN Raden Intan,” katanya.
Menurutnya, pembentukan pusat baru di bawah LPM dengan keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Karena itu dibentuk Tim Ad Hoc untuk menyatukan visi dan langkah dalam mendukung pengembangan UIN RIL sesuai rencana strategis kampus.
Rektor mengatakan, saat memulai program internasionalisasi dahulu dirinya bekerja hampir seorang diri.
Namun kini seluruh unsur kampus telah memberikan dukungan terhadap tiga pilar utama UIN RIL, yakni internasionalisasi, digitalisasi, dan kemandirian kampus.
“Tiga pilar utama itu harus bisa landing, bukan hanya di periode pertama, tetapi harus terus dilanjutkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tim membangun pemahaman bersama bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dicapai jika dikerjakan secara bersama-sama.
Selain fokus pada pemeringkatan dan akreditasi internasional, tim juga diminta ikut mendukung penerimaan mahasiswa baru (PMB).
“Kegiatan PMB itu tanggung jawab kita semua. Selain kekuatan digital, bapak ibu juga menjadi penyambung lidah dan duta kampus untuk mempromosikan UIN RIL,” kata Rektor.
| Rektor Ajak Sivitas Akademika Nyalakan Semangat Kebangkitan di Era Digital |
|
|---|
| Fasya Law Fair II Jadi Ruang Adu Gagasan Mahasiswa, Kritis Menakar Kebijakan Politik |
|
|---|
| LDC UIN Raden Intan dan KSM UIN Gusdur Studi Banding dan Sparing Debat Hukum |
|
|---|
| WR III UIN Raden Intan Lampung Tekankan Citra Positif hingga Peran Agen Perubahan |
|
|---|
| Ini Dia Duta Raden Intan 2026 yang Resmi Dinobatkan UIN RIL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/TEKANKAN-KOMITMEN-Rektor-UIN-RIL67.jpg)