UIN Raden Intan Lampung

Balai Bahasa Lampung Gandeng Dosen UIN RIL, Penguatan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

Balai Bahasa Lampung menggandeng Dosen UIN RIL untuk penguatan Program Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Tayang:
Dokumentasi UIN Raden Intan Lampung
PENGUATAN PROGRAM - Balai Bahasa Lampung menggandeng Dosen UIN RIL untuk penguatan Program Bahasa Indonesia bagi penutur asing. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Kontribusi dosen UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) dalam penguatan internasionalisasi kampus kembali ditunjukkan melalui pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Salah satu dosen UIN RIL Istiqomah Nur Rahmawati, M.Pd dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Penyelenggara Program BIPA: Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengajar BIPA di Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung tersebut berlangsung pada Senin-Selasa, 25-26 Mei 2026, di Hotel Regency Pringsewu.

Hadir dosen maupun guru dari kampus maupun sekolah di Pringsewu, serta turut hadir Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan itu, Istiqomah menyampaikan materi bertajuk Penyelenggaraan Program BIPA di Perguruan Tinggi/Universitas.

Materi tersebut membahas pentingnya pengelolaan program BIPA secara terstruktur, terdokumentasi, dan berkelanjutan agar mampu mendukung layanan akademik bagi pembelajar asing sekaligus memperkuat reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional.

Ia menjelaskan, BIPA di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai kelas pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya, kehidupan kampus, hingga nilai-nilai keindonesiaan kepada mahasiswa dan tamu internasional.

 “BIPA dapat menjadi salah satu pintu masuk internasionalisasi kampus karena di dalamnya tidak hanya ada tata bahasa dan kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga pengalaman lintas budaya,” ujarnya.

Melalui program BIPA, pembelajar asing juga diperkenalkan pada budaya lokal Lampung, moderasi beragama, serta kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Karena itu, BIPA dinilai menjadi kombinasi antara layanan akademik, diplomasi bahasa dan budaya, serta pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi peserta internasional.

Dalam paparannya, Istiqomah juga menekankan bahwa penyelenggaraan BIPA di perguruan tinggi idealnya melibatkan banyak unsur di lingkungan kampus, mulai dari Pusat Bahasa, International Office, fakultas, program studi, dosen atau pengajar BIPA, mahasiswa lokal, hingga mitra internasional.

Menurutnya, kolaborasi lintas unit tersebut penting agar program BIPA tidak berdiri hanya sebagai kelas bahasa, tetapi menjadi bagian dari ekosistem akademik dan internasionalisasi kampus secara menyeluruh.

Selain itu, program BIPA juga perlu disusun berdasarkan kebutuhan pemelajar. Mahasiswa internasional, dosen asing, peneliti, maupun peserta program pendek memiliki kebutuhan belajar yang berbeda sehingga materi, metode pembelajaran, level, hingga asesmen perlu dirancang secara fleksibel dan relevan.

Salah satu kekuatan BIPA UIN RIL, lanjutnya, adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan bahasa dengan konteks kampus, budaya Lampung, dan kehidupan Indonesia.

Pembelajar tidak hanya belajar bahasa Indonesia di ruang kelas, tetapi juga diajak mengenal budaya Lampung, berinteraksi dengan mahasiswa lokal, memahami lingkungan kampus, hingga menggunakan bahasa Indonesia secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved