UIN Raden Intan Lampung

Wujud Kampus Inklusif, Hafidzah Difabel Ikuti Tes UM-PTKIN di UIN RIL

Reni Agustin, salah satu peserta UM-PTKIN di titik lokasi UIN Raden Intan Lampung, merupakan penyandang disabilitas tunanetra.

Tayang:
Dokumentasi UIN Raden Intan Lampung
TES UM-PTKIN - Reni Agustin, salah satu peserta UM-PTKIN di titik lokasi UIN Raden Intan Lampung, merupakan penyandang disabilitas tunanetra. 

Usai mengikuti tes, Reni mengaku memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Saya ingin kuliah karena semua memiliki hak yang sama. Kesetaraan,” ujarnya.

Reni juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor. Ia mengaku terinspirasi oleh gurunya, Dr. Supron Ridisno, M.Pd., yang merupakan penyandang disabilitas tunanetra pertama yang berhasil meraih gelar doktor di UIN RIL.

Dr. Supron menempuh Program Doktor (S3) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) pada Program Pascasarjana UIN RIL.

“Ya, semuanya harus dicoba, dengan berusaha,” kata Reni penuh semangat.

Sebelumnya, pada hari pertama tes UM-PTKIN, terdapat peserta tuna daksa yang mengikuti ujian di UIN Raden Intan Lampung.

Sebagai bentuk komitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta, UIN RIL menyiapkan pendamping khusus bagi peserta difabel selama pelaksanaan ujian berlangsung. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved