TAG
Dwiki Sopian
-
KRF membunuh Dwiki dengan dibantu lima rekannya. Usai dibunuh, para tersangka membuang jasad Dwiki di semak.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Lakban digunakan untuk menutup mulut Dwiki. “Saya hanya kasih dia pisau."
Jumat, 11 Maret 2016
-
Mereka lalu membuang jenazah korban ke semak belukar di Jalan Raden Imba Kesuma.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Pelajar SMA ini mengaku membunuh Dwiki karena dendam dengan perkataan Dwiki yang dianggap menghinanya.
Jumat, 11 Maret 2016
-
KRF, tutur Hari, tidur selalu berpindah-pindah tempat di dekat rumahnya.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Kejadian ini bermula ketika Dwiki datang ke Lapangan Saburai pada Minggu (6/3/2016) sekitar pukul 02.15 wib.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Sam'un Sopian, ayah Dwiki Sopian mengaku lega karena pelaku utama pembunuhan anaknya sudah ditahan kepolisian.
Jumat, 11 Maret 2016
-
IAP berperan membekap mulut korban serta ikut membuang jenazah.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Motif pembunuhan Dwiki oleh K dkk adalah sakit hati karena omongan.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Namun, KRN memang sudah mengakui bahwa dia yang membunuh Dwiki.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Polisi masih memeriksa K.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Dalam ekspose tersebut K mengaku membunuh Dwiki lantaran membela sahabat sekolahnya yang sedang bermasalah dengan Dwiki.
Jumat, 11 Maret 2016
-
Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan, dalam waktu 1 minggu ke depan diharapkan bisa tertangkap pelaku berinisial K yang saat ini masih buron.
Kamis, 10 Maret 2016
-
Sementara itu, ayah Dwiki, Sam'un berharap ada keadilan dan pemberian hukuman yang setimpal kepada para pelaku meski masih remaja.
Kamis, 10 Maret 2016
-
Hari lahir siswa SMKN 2 Bandar Lampung itu sendiri jatuh pada 24 Maret.
Rabu, 9 Maret 2016
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved