TribunLampung/

Rumah Pembuat Petasan Meledak, 2 Balita Meninggal dengan Tubuh Menghitam

Seluruh tubuhnya melepuh dengan kondisi menghitam, dan patah di tulang belakang akibat tertimpa reruntuhan tembok dan kayu rumah Suud.

Rumah Pembuat Petasan Meledak, 2 Balita Meninggal dengan Tubuh Menghitam
Net
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAMEKASAN - Rumah Suud (33) hancur dan rata dengan tanah setelah petasan yang disimpan terbakar.

Tiga anak-anak di dalam rumah menjadi korban, dengan rincian dua balita tewas, dan seorang anak lainnya menderita luka bakar serius.

Dua balita tewas adalah Alga (3,5) anak Suud, dan Anas (4), keponakannya, anak pasangan suami istri Zaini dan Fari.

Sedangkan, korban luka bakar serius adalah Dani (13), anak sulung Suud.

Saat ini, dia dirawat intensif di Puskesmas Pegantenan.

Korban Anas dan Alga tewas dalam perjalanan menuju RSUD Slamet Martodirjo, dengan luka bakar serius.

Seluruh tubuhnya melepuh dengan kondisi menghitam, dan patah di tulang belakang akibat tertimpa reruntuhan tembok dan kayu rumah Suud.

Menurut sumber di lokasi kejadian, selama ini, setiap tahun, Suud membuat petasan dari ukuran kecil hingga besar.

Sebagian besar dijual dan sebagian lagi dipakai sendiri.

Setiap membuat petasan itu, dia menyediakan serbuk mesiu berkisar 10 kilogram.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help