TribunLampung/

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dipukul Polisi saat Operasi Zebra 2017

Pengendara sepeda motor tewas karena dipukul polisi saat Operasi Zebra 2017.

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dipukul Polisi saat Operasi Zebra 2017
(Fachri Fachrudin)
Polisi tengah memberikan penjelasan terkait pelanggaran yang dilakukan pengendara saat terjaring dalam Operasi Zebra di Jakarta, Kamis (2/11/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BULUKUMBA - Pengendara sepeda motor tewas karena dipukul polisi saat Operasi Zebra 2017.

Seratusan mahasiswa berunjuk rasa memprotes peristiwa tewasnya warga Kabupaten Bulukumba akibat dipukul saat operasi zebra di depan Markas Direktorat Lalulintas Polda Sulsel di Makassar, Selasa, 14 November 2017 sore.

Baca: Penghafal Al Quran asal Amerika Serikat Fatih Seferagic Bertemu Syahrini, Kesan Pertamanya Menohok

Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba berakhir ricuh hingga terjadi adu fisik dengan aparat kepolisian.

Awalnya mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong dan tarik menarik di depan markas Direktorat Lalulintas Polda Sulsel hingga keluar Jalan AP Pettarani yang merupakan jalan trans Sulsel.

Kericuhan makin memuncak ketika Kepala Polsekta Panakukang Kompol Ananda Harahap terkena pukulan pendemo di bagian perutnya.

Ananda pun naik pitam dan berupaya menangkap pelaku namun dihadang mahasiswa lainnya.

Akhirnya, seorang mahasiswa yang diduga pelaku pemukulan kapolsekta Panakukang bisa diamankan ke dalam markas Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel.

Kericuhan pun bisa diredam ketika polisi dan mahasiswa saling menahan diri.

"Saya coba rangkul mahasiswa saat mau aksinya melebar ke jalanan. Eh, malah perutku dipukul. Saya akan proses itu orang yang pukul saya," kata Ananda di depan mahasiswa dengan nada emosi.

Halaman
12
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help