Lembaga Survei SMRC Tanyakan Duet Jokowi-Prabowo, Setujukah Publik?

Kursi presiden sudah menjadi perbincangan hangat, meskipun pemilihan baru akan berlangsung pada tahun 2019.

Editor: Yoso Muliawan
indra/kompas.com
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kursi presiden sudah menjadi perbincangan hangat, meskipun pemilihan baru akan berlangsung pada tahun 2019. Banyak lembaga mengadakan survei terkait berbagai kemungkinan bakal calon presiden dan wakil presiden.

Satu di antaranya adalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ada hal menarik dalam presentasi hasil survei nasional SMRC, Selasa (2/1) lalu. Kepada responden, SMRC membuat simulasi dan menanyakan setuju atau tidak jika presiden sekarang, Joko Widodo, bersatu dengan rivalnya saat Pilpres 2014, Prabowo Subianto, dalam Pilpres 2019.

"Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan setuju," ujar Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan saat pemaparan presentasi di Jakarta.

Hanya 28,4 persen responden yang tidak setuju duet Jokowi-Prabowo. Adapun sisanya, 4,7 persen, menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Pada pertanyaan berikutnya, SMRC meminta tanggapan kepada responden, siapa sebaiknya yang menjadi balon presiden dan wakil presiden. Djayadi mengungkapkan, 66,9 persen responden menilai Jokowi layak menjadi balon presiden dan Prabowo sebagai wakilnya. Sementara 28,4 persen berpendapat, Prabowo sebaiknya menjadi balon presiden dengan Jokowi menjadi wakilnya. Adapun 4,7 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Dari survei tersebut, mencuat tiga nama balon wakil presiden dengan suara teratas. Ketiganya ialah Jusuf Kalla (14,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (12,7 persen), dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (12,2 persen).

SMRC menilai, munculnya nama AHY tak terlepas dari sosoknya yang populer setelah maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Adapun nama-nama lain seperti Sri Mulyani, Wiranto, dan Hary Tanoesudibjo berada di bawah 10 persen.

Survei SMRC sendiri berlangsung melalui wawancara lapangan pada 7-13 Desember 2017. Jumlah respondennya sebanyak 1.059 orang di 34 provinsi. Dengan margin of error (tingkat kesalahan) sebesar 3,1 persen. (tribunnetwork/vin/wly)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved