TribunLampung/

Eks Gedung Pramuka Aset Pemkot Metro Jadi Tempat Penitipan Gerobak

Kumuh dan tak terurus, begitu kesan yang muncul ketika melongok lahan eks Gedung Pramuka dan Wanita di Kota Metro, Provinsi Lampung.

Eks Gedung Pramuka Aset Pemkot Metro Jadi Tempat Penitipan Gerobak
Tribun Lampung
Lahan eks Gedung Pramuka dan Wanita Kota Metro menjadi "tempat penitipan" gerobak. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG INDRA SIMANJUNTAK

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kumuh dan tak terurus, begitu kesan yang muncul ketika melongok lahan eks Gedung Pramuka dan Wanita di Kota Metro, Provinsi Lampung. Aset Pemkot Metro ini menjadi sasaran empuk sebagai "tempat penitipan" barang oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Saat melintasi lahan bekas gedung yang berhadapan dengan Taman Merdeka itu, terdapat tumpukan barang dagangan. Barang-barang ini tertutup terpal. Ada pula barisan gerobak.

Kondisi serupa terjadi di Nuwo Intan. Barisan mobil, gerobak makanan, hingga mainan anak-anak membuat lokasi tersebut tak ubahnya tempat penitipan barang.

Di eks Gedung Pramuka dan Wanita, Pemkot Metro telah berencana membangun megaproyek. Namanya, Metro Convention Center. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Dari keterangan warga, sudah lama lahan eks Gedung Pramuka dan Wanita menjadi tempat penitipan barang.

"Sudah lama itu. Setiap pagi kami mangkal di sini, ya ada di situ barang-barangnya. Sore, sudah tidak ada. Pagi, ada lagi," tutur Hari, warga Metro, Minggu (7/1/2018). "Harusnya, jangan di situlah. Mengganggu keindahan ya menurut saya. Ini kan pusat kota," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Metro Nasriyanto Effendi mengkritisi tempat penitipan barang dadakan di lahan aset pemkot tersebut. Ia mengungkap sudah ada peraturan daerah yang mengatur ketertiban dan keindahan kota.

"Semua pihak harus menjaga aset-aset agar tidak terlihat kumuh. Seperti para pedagang yang ada di taman, kan sudah jelas ada yang mengatur. Ada batas waktu berdagang dan menyimpan barang agar rapi," jelasnya.

Jika ingin menjadikan suatu lokasi sebagai tempat penitipan barang, menurut Nasrianto, seharusnya mempertimbangkan apakah mengganggu keindahan. Sekalipun, lokasi itu tidak terpakai.

Halaman
12
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help