TribunLampung/

Gawat! 2 Produk Obat Yang Populer di Masyarakat Ini Ternyata Mengandung DNA Babi

Gawat! 2 Produk Obat Yang Populer di Masyarakat Ini Ternyata Mengandung DNA Babi

Gawat! 2 Produk Obat Yang Populer di Masyarakat Ini Ternyata Mengandung DNA Babi
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menarik dua produk yang telah beredar di pasaran yakni Viostin DS dan Enzyplex.

Kedua produk tersebut terbukti mengandung DNA babi.

Baca: Heboh Jokowi Kena Kartu Kuning di UI, Bandingkan dengan Era Presiden Ini, Bawa Panser ke UI

Hal ini dikonfirmasi oleh Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI dalam konferensi persnya, Senin (5/2/2018) di Jalan Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat.

Ini merupakan sanksi peringatan keras untuk PT. Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS dan PT Mediafarma Laboratories sebagai produsen Enxylpex.

Dalam proses tersebut, diakui Nurma Hidayati, Deputi Bidang Pengawasan Produk Teraupetik dan Napza BPOM, penarikan produk membutuhkan waktu yang sangat lama, sebab kedua produk ini telah beredar di seluruh Indonesia.

"Memang sulit mengumpulkan produk itu karena sudah tersebar di Indonesia, namun paling tidak 1x24 jam mereka melakukan penarikan, paling lama sekitar satu bulan harus sudah bersih dari seluruh Indonesia," ungkap Nurma.

Terkait dengan hal tersebut, PT. Pharos Indonesia yang diwakili Ida Nurtika selaku Director of Corporate Communications menjelaskan BPOM telah menemukan dugaan kontaminasi terhadap produk Viostin DS buatan mereka akhir November 2017.

"Sejak temuan tersebut, kami telah melakukan penarikan produk Viostin DS secara bertahap dan menghentikan produksi dan penjualan produk Viostin DS," tulis Ida di keterangan resminya.

Baca: Alih-alih Dapat Bagian, ART Ini Ditinggal Kabur Usai Bantu Pasutri Gasak Rumah Oknum Polwan

Halaman
12
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help