BREAKING NEWS LAMPUNG
Ridho tak Sangka Kalimat Ini Jadi Pertanda Kepergian Amirudin untuk Selamanya
M Amirudin, mahasiswa Universitas Dipenogoro (Undip) asal Lampung harus meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas di Semarang
Penulis: Muhammad Heriza | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - M Amirudin, mahasiswa Universitas Dipenogoro (Undip) asal Lampung harus meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas di Semarang.
Sebelum kejadian tersebut, beberapa hari sebelumnya ternyata Amirudin sempat menulis ucapan permintaan maaf di sebuah grup aplikasi WhatsApps.
Baca: Subhanallah, Diam-diam Via Vallen Berangkatkan Semua Personel Om Sera Ibadah Umrah
Siapa sangka, permintaan maafnya itu menjadi pertanda untuk kepergiannya untuk selamanya.
Hal tersebut diungkapkan rekan korban, yakni Ridho dan Adam.
Keduanya, mengaku tidak percaya Amirudin tiba-tiba menulis permintaan maaf didalam gruup.
Baca: (VIDEO) Ingin Spesial bagi Orang Tersayang? Datang Saja ke Tammy Cafe
Menurut mereka, tidak ada angin dan tidak ada hujan, korban bilang, "Tolong dimaafkan iya teman-teman jika saya punya salah," kenang Ridho dengan Adam saat itu
Lantas, lanjut dia, teman-teman digroup tidak ada yang menanggapinya.
"Sebelumnya, Amirudin tidak pernah berucap dan menuliskan kata-kata seperti itu," katanya terheran-heran
"Kalau kami teman-temannya tidak punya firasat apa-apa dan hanya itu ucapan terakhir dari korban," sebutnya