Napi Rutan Kotabumi Kabur Jelang 18 Hari Bebas, Ini Penyebabnya

Muhammad Rifai (21), napi yang kabur dari Rutan Kelas IIB Kotabumi, Sabtu (3/3) akhir pekan lalu, dibekuk petugas rutan.

Napi Rutan Kotabumi Kabur Jelang 18 Hari Bebas, Ini Penyebabnya
Istimewa
Petugas Rutan Kelas IIB Kotabumi berbincang di halaman rutan, Senin (5/3/2018). Petugas rutan berhasil meringkus napi yang kabur, di daerah Tarahan, Lampung Selatan. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Muhammad Rifai (21), narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (3/3) akhir pekan lalu, berhasil dibekuk petugas rutan.

Rifai diringkus di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Minggu (4/3/2018) sekitar pukul 20.30 WIB. Pelariannya berakhir setelah 32 jam kabur dari rutan.

"Kami menangkap M Rifai di daerah Tarahan, Lamsel, Minggu malam," kata Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Kotabumi Gusvendra, Senin (5/3/2018).

Pihaknya tak pernah mengira Rifai nekat kabur. Sebab, Gusvendra menjelaskan, masa hukuman napi kasus pengecoran bahan bakar minyak ini tinggal menghitung hari, sekitar 18 hari lagi.

Rifai sendiri divonis hukuman penjara 8 bulan subsidair 3 bulan atas kasus pengecoran BBM tersebut.

Adapun alasan yang melatarbelakangi Rifai nekat kabur, menurut Gusvendra, diduga karena ada masalah keluarga.

Rifai, beber dia, sudah cukup lama tidak dijenguk keluarganya. Terakhir kali, sambung dia, Rifai dijenguk keluarga pada Desember tahun 2017 lalu.

"Alasan dia kabur, (diduga) karena sedang ada masalah keluarga. Padahal, masa hukumannya tinggal menjalani subsidairnya saja," ujar Gusvendra.

Rifai bisa kabur dengan mudah dari rutan setelah melihat ada kesempatan ketika dirinya membersihkan halaman luar rutan.

Halaman
12
Penulis: anung bayuardi
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved