Lampung Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Palestina

ICLA merupakan kumpulan lembaga dan organisasi kemanusiaan yang memfokuskan pada perjuangan Palestina.

Lampung Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Palestina
Logo Konferensi Pemuda Muslim Internasional 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Beberapa organisasi yang tergabung dalam Indonesian Consortium for Liberation of Al-Aqsa (ICLA) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung akan menyelenggarakan konferensi pemuda muslim internasional pertama untuk Palestina dan Al-Quds, di Bandar Lampung, pada 30 April-2 Mei 2018.

ICLA merupakan kumpulan lembaga dan organisasi kemanusiaan yang memfokuskan
pada perjuangan Palestina dan upaya membebaskannya dari penjajahan Israel yang kini sudah memasuki abad ke-2.

Baca: PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 17 Mei dan Idul Fitri 15 Juni 2018

Organisasi yang tergabung di dalamnya adalah Syubban Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Aqsa Working Group (AWG), Miraj News Agency (MINA), Silaturahim Network, dan Sekolah Tinggi Al Qur’an Abdullah bin Mas’ud (STQABM).

Pondok Pesantren dan Madrasah Al-Fatah, Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR), dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), yang dikenal dengan proyek pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza beberapa tahun silam, juga tergabung dalam ICLA.

Ketua Pelaksana Konferensi, M Anshorullah mengatakan, selain untuk menyatukan pemahaman pemuda muslim mengenai urgensi perjuangan pembebasan Palestina dan Masjid Al Aqsa, konferensi juga untuk menggalang kesatuan dan persatuan pemuda muslim di dunia.

“Tujuan dari konferensi ada tiga, diantaranya adalah; Mempererat silaturahim antar Pemuda
Muslim Internasional; merintis upaya pembebasan Palestina dan Masjid al-Aqsha secara
terintegrasi antar aktivis dan organisasi kepemudaan Islam internasional; serta menyusun
kesepahaman terhadap pembebasan al-Aqsha sebagai tujuan utama,” katanya melalui surat elektronik kepada tribunlampung.co.id, Selasa (13/3/2018).

Menurut Anshorullah, konferensi akan mengundang setidaknya 200 peserta pemuda baik individu maupun lembaga/organisasi dari 20 negara.

Utamanya negara yang mendukung kemerdekaan Palestina di PBB.

Selama di Indonesia, peserta tidak hanya akan fokus pada penyatuan tujuan dan visi misi
pembebasan Palestina.

Halaman
12
Penulis: nashrullah
Editor: nashrullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help