Digaji Separuh UMK, 10 Pegawai Ekspedisi Dipecat Tanpa Pesangon

Harusnya setelah teken kontrak dan dinyatakan sebagai karyawan, maka gaji disesuaikan UMK.

Digaji Separuh UMK, 10 Pegawai Ekspedisi Dipecat Tanpa Pesangon
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Pegawai PT Nusantara Card Semesta ini mengaku dipecat tanpa diberi pesangon. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 10 karyawan PT Nusantara Card Semesta (NCS) bernasib sial. Sudah gaji hanya separuh UMK, mereka juga terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa pesangon.

Hal tersebut disampaikan Syamsir Amin, mantan karyawan perusahaan yang beralamat di Jalan Raden Saleh, Pengajaran itu. Dijelaskannya, perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi itu tidak membayarkan gaji mereka sesuai UMK (upah minimum kota) sekitar Rp 2,5 juta.

Harusnya setelah teken kontrak dan dinyatakan sebagai karyawan, maka gaji disesuaikan UMK.

"Kami tidak pernah mendapatkan gaji sesuai UMK. Kalau magang atau kontrak, kita memang awal gajinya Rp 750 ribu, lalu naik Rp 900 ribu," kata Syamsir yang juga koordinator unit Serikat Buruh Lampung (SBL) PT NCS, Selasa, 20 Maret 2018.

Baca: Nomor 1 Hasil Survei Charta, Bukti Ridho Sudah Berbuat untuk Lampung

Baca: Pemprov Utang ke PT SMI Rp 600 Miliar, Tak Takut Kena OTT KPK?

Kemudian, kata Syamsir, gaji mereka naik lagi menjadi Rp 1,2 juta dan terakhir gaji diterima setiap bulan Rp 1,3 juta.

"Saat kami tanyakan kepada PT NCS ataupun PT Sinergi Adi Karya Semesta ini, mereka tidak mengakui kami," katanya.

Kepala Cabang PT NCS Lampung Fuad Ikhsan mengatakan bahwa persoalan karyawan itu diserahkan kepada kantor pusat di Jakarta.

"Jadi saya sendiri tidak tahu-menahu persoalan ini, karena pusat yang punya wewenang," katanya.

Di Lampung, Fuad mengaku hanya sebatas menangani operasional. Sementara urusan kontrak menjadi wewenang manajemen.

Sekretaris Disnaker Bandar Lampung Lenny Widyawati mengatakan bahwa jika ada pekerja yang mengadu ke disnaker, maka pihaknya selalu kooperatif.

"Kita punya tim mediator. Kita pasti ada tindak lanjut. Besok ke kantor langsung saja untuk kita tindak lanjuti," katanya. (*)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved