Propam Akan Kembalikan TV yang Diambil Petugas Saat Penggerebekan di Way Kandis
Berdasarkan pengakuan penghuni rumah yang digerebek, malam itu petugas membawa satu unit televisi.
Penulis: hanif mustafa | Editor: nashrullah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung berencana akan mengembalikan sejumlah barang yang diambil petugas saat penggerebekan di Gang Roso, Way Kandis, Tanjung Senang, Senin (12/3/2018) malam lalu.
Berdasarkan pengakuan penghuni rumah yang digerebek, malam itu petugas membawa satu unit televisi.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Lampung Kombes Hendra Supriatna, saat ini pihaknya masih memeriksa delapan anggota operasional (Opsnal) Polsek Kedaton yang terlibat dalam penggerebekan tersebut.
Baca: Diduga Selingkuhi Istri Anak Buah, Mantan Kapolsek Kalirejo Disidang Hampir Lima Jam
Baca: Gara-gara Ini Petugas Damkar Sampai 140 Menit Baru Bisa Padamkan Api
Baca: Kamar Hotel Gemini Empat Kali Jadi Saksi Bisu Perselingkuhan Mantan Kepala Puskesmas
"Sementara masih kami periksa dan masih akan kami kumpulkan keterangan soal sejumlah barang tersebut, nanti barang itu akan kami kembalikan ke pemiliknya," ujar Hendra, Rabu (21/3/2018).
Hendra menegaskan, pelanggaran setiap petugas kepolisian tetap akan diusut.
"Yang pasti, saat ini masih kita telusuri. Kalau salah, pasti kami tindak," ujarnya.
Terkait kematian Hasanudin (73), Hendra menegaskan bahwa kakek tersebut tidak ada kaitannya dengan insiden penggerebekan tersebut.
"Kalau soal kematian kakek itu tidak ada (kaitannya). Saat ini kami fokus ke pelanggaran disiplin saja, nanti lah kami lihat menyalahi aturan SOP (standar operasional prosedur) atau tidak," katanya.
Hasanudin merupakan warga Gang Roso, Way Kandis, Tanjung Senang yang diajak Tim Opsnal Kedaton sebagai saksi penggerebekan rumah pelaku spesialis pencuri rumah kosong.
Baca: Begini Pengakuan Pelakor Kelas Berat yang Pernah Tidur dengan 80 Pria Beristri
Aksi penggrebekan tersebut tidak jauh dari rumah Hasanudin, bahkan rumahnya masih satu halaman.
Belakangan diketahui Hasanudin meninggal karena kecapekan setelah mengikuti serangkaian penangkapan diduga pelaku spesialis bobol rumah tersebut.