Astagfirullah! Makam Janda Dibongkar Orang, Rambut dan Benang Pengikat Jenazah Kabarnya Diambil

Warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, dikejutkan dengan terbongkarnya makam salah seorang warga

Penulis: syamsiralam | Editor: muhammadazhim
Kondisi makam di Lampung Tengah yang dibongkar orang tidak dikenal 
 Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERUSAN NUNYAI - Warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, dikejutkan dengan terbongkarnya makam salah seorang warga di pemakaman kampung setempat.
Kejadian mengejutkan di makam atas nama Feni Indriani, warga Kampung Gunung Batin Baru, Kamis (10/5), pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 08.00 WIB.
Eva Yuliana, kerabat korban mengatakan, keluarganya pergi ke makam Feni dengan maksud ziarah.
"Kita bermaksud nyekar, menjelang Ramadan. Tapi begitu sampai ke liang makam, keluarga terkejut karena sudah ada lubang," kata Eva Yuliana.
Warga Warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah menyaksikan dari dekat makam yang dibongkar orang tak dikenal, Kamis, 10 Mei 2018.
Warga Warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah menyaksikan dari dekat makam yang dibongkar orang tak dikenal, Kamis, 10 Mei 2018. (Tribun Lampung/Syamsir Alam)
Lebih lanjut Eva menyebutkan, lubang sangat lebar di bagian atas makam, sehingga jenazah yang ada di dalamnya pun tampak terlihat.
Mengetahui kejadian itu, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian kepada pamong desa dan kepolisian.
"Kayaknya itu sengaja dibongkar, karena ada bekas bongkarannya berupa ember di dekat makam.
Selain itu, bongkarannya juga masih baru, karena tanah masih terlihat basah," tutur Eva.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, akibat kejadian tersebut, sejumlah warga menyebutkan jenazah masih ada di dalam liang makam, namun ada sejumlah kejanggalan yang terlihat.
"Infonya ada bagian rambut (jenazah) yang dipotong (pelaku). Selain itu juga lima helai benang pengikat kain kafan hilang," kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Fani Indriani adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh mantan suaminya sendiri, Abdul Gani (42), pada 20 April 2018 lalu.
Ia tewas setelah ditikam sebilah laduk di tempat kerjanya di 521 G Perkebunan Pisang PT Multi Agro, Kampung Gunung Batin Baru.
Abdul Gani tega menikam mantan istrinya itu, lantaran korban yang telah bercerai dengan pelaku enggan untuk kembali diajak rujuk oleh Abdul Gani. Korban tewas di lokasi kejadian setelah pelaku secara gelap mata menikamkan laduk yang ia bawa ke sekujur tubuh korban.
Pelaku Abdul Gani kemudian berhasil diamankan Polsek Terusan Nunyai di areal pos satpam PT Multi Agro, 20 menit setelah melakukan aksinya.
Saat ditangkap pelaku masih membawa laduk yang ia bawa, dan baju kaus yang dikenakan pun masih bersimbah darah.
Kapolsek: Jenazah Tidak Rusak
Kapolsek Terusan Nunyai Ajun Komisaris Abdul Roni saat dihubungi mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara ke lokasi pemakaman di Kampung Gunung Batin Baru.
"Motif sedang kita dalami. Kita sudah lakukan olah tempat kejadian perkara, tidak ada kerusakan pada jenazah, tapi memang kondisi makam dalam keadaan terbongkar seperti bekas galian," ujar Kapolsek AKP Abdul Roni, Kamis (10/5).
Saat dikonfirmasi apakah ada kerusakan pada jenazah korban, Kapolsek menyatakan tidak ada kerusakan pada jenazah.
Setelah berkoordinasi dengan tokoh agama, makam lanjutnya ditutup kembali dengan tanah.(sam)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved