BREAKING NEWS LAMPUNG

Pedagang Bunga Ini Terpukul Mengetahui Uang Bersalin dan Perlengkapan Bayi Hangus Terbakar

Melihat rumahnya tinggal puing, Nilawati pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Pedagang Bunga Ini Terpukul Mengetahui Uang Bersalin dan Perlengkapan Bayi Hangus Terbakar
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Rumah semipermanen di Jalan Drs Warsio, Gang Tanggamus, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, ludes terbakar, Rabu, 16 Mei 2018 sekitar pukul 15.00 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kebakaran yang menimpa rumah milik pasangan Nurdin (28) dan Nilawati (28) meninggalkan duka mendalam. Pasalnya, uang tabungan Nilawati sebesar Rp 600 ribu ikut terbakar.

Si jago merah melalap sebuah rumah semipermanen di Jalan Drs Warsio, Gang Tanggamus, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Rabu, 16 Mei 2018 sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat peristiwa terjadi, rumah itu dalam keadaan kosong. Nilawati saat itu sedang berjualan bunga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kramat yang tak jauh dari rumahnya.

Baca: Ditinggal Dagang Bunga di Makam, Rumah di Kupang Kota Ludes Terbakar

Melihat rumahnya tinggal puing, Nilawati pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia sangat terpukul saat memandangi rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Apalagi Nilawati tengah berbadan dua. Tak lama lagi ia segera melahirkan.

"Habis sudah semua kebakar. Padahal, udah lima tahun di sini. Dan, uang tabungan saya Rp 600 ribu untuk biaya persalinan kebakar," ungkap wanita yang sedang hamil tujuh bulan ini.

Kesedihan Nilawati belum berhenti sampai di situ. Selain uang untuk biaya persalinan, ia juga teringat semua perlengkapan bayi yang dikumpulkannya selama ini sudah tak berbekas.

Baca: Demi Selamatkan 11 Anjing, Dua Korban Tolak Dievakuasi dan Malah Tewas Terbakar

"Padahal, saya dan suami sudah lama kumpulin alat bayi, seperti baju dan ayunan gitu. Tapi, semua sudah hilang kebakar," ucap Nilawati dengan wajah murung.

Dalam kejadian ini, Nilawati mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. "Ya kerugian sekitar Rp 20 juta. Saya lemes lihat rumah saya kebakar. Tahunya juga disusul anak di TPU saat jual bunga," imbuh Nilawati.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, rumah semipermanen itu nyaris rata dengan tanah. Tidak banyak yang tersisa dari rumah berbahan dasar geribik dan kayu tersebut. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help