BREAKING NEWS LAMPUNG

Mangkir karena Sakit, Sanksi Berat Menanti 18 ASN di Tulangbawang Barat

Herwan menegaskan, pihaknya segera menerapkan sanksi kepada ASN yang mangkir kerja sesuai aturan berlaku.

Mangkir karena Sakit, Sanksi Berat Menanti 18 ASN di Tulangbawang Barat
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Sekretaris Kabupaten Tubaba Herwan Sahri (memegang mikrofon) melakukan sidak seusai apel, Kamis, 21 Juni 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Sebanyak 18 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tulangbawang Barat didapati mangkir pada hari pertama kerja usai cuti Lebaran, Kamis, 21 Juni 2018.

Sanksi berupa ‎penundaan kenaikan pangkat dan gaji berkala selama satu tahun pun menanti para ASN tersebut.

Ketidakhadiran 18 ASN tanpa keterangan resmi itu diketahui saat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tubaba Herwan Sahri melakukan sidak seusai apel di lapangan upacara pemkab setempat, Kamis pagi.

Baca: Luar Biasa, Kehadiran PNS Pemkot Metro 99 Persen!

Herwan menegaskan, pihaknya segera menerapkan sanksi kepada ASN yang mangkir kerja sesuai aturan berlaku.

Herwan menegaskan, tingkat kehadiran ASN di lingkup Pemkab Tubaba pada hari pertama kerja usai cuti Lebaran ini mencapai 75 persen.

‎"Hasilnya, 75 persen ASN masuk kerja. Masih ada 18 ASN yang mangkir," kata Herwan.

Dari hasil inventarisasi tim, kata Herwan, 18 oknum ASN tersebut berhalangan kerja lantaran sakit.

"Tapi sayang, sakitnya tanpa keterangan resmi‎ dari dokter," kata mantan Sekkab Way Kanan itu.

Baca: Kadis Koperasi Bingung Saat Ditanya Banyaknya Pegawai Bolos

Adapun sanksi yang akan diterapkan bagi ASN mangkir tersebut disesuaikan dengan pangkat dan golongan.

Bagi pejabat struktural yang tidak masuk akan dikenai sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.

"Bagi staf yang tidak masuk ‎akan diberikan sanksi berupa tidak mendapat kenaikan gaji berkala selama satu tahun.‎ Mula hari ini juga SK langsung kita keluarkan, dan segera dilaporkan ke Menpan," tandas Herwan. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help