Makin Mudah, Sekarang Buat Akta Lahir-Kematian Bisa Lewat WhatsApps

Pembuatan akta kelahiran dan akta kematian di wilayah Kabupaten Pringsewu dapat dilayani melalui WhatsApps.

Makin Mudah, Sekarang Buat Akta Lahir-Kematian Bisa Lewat WhatsApps
net
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pembuatan akta kelahiran dan akta kematian di wilayah Kabupaten Pringsewu dapat dilayani melalui WhatsApps. Warga hanya cukup dengan memfoto dokumen yang dipersyaratkan.

Kemudian mengirimkan ke alamat Whats Apps Dinas Kependudukkan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pringsewu."Nomor Whats Apps milik Disdukcapil itu 082185190707 " ujar Kepala Disdukcapil Pringsewu Hasan Basri.

Baca: Status Level II Waspada, Wisatawan Diimbau Tidak Dekati Kawasan GAK

Atas persyaratan dokumen yang dikirim tersebut, tambah dia, petugas Disdukcapil akan melakukan penilitian dan verifikasi untuk keabsahannya. Apa bila lengkap, lanjut Hasan, segera memproses penerbitan dokumen yang diminta.

Baca: Alasan Mengharukan Leony Kembali ke Dunia Hiburan Setelah Vakum Selama 10 Tahun

Kemudian, sambung Hasan, warga akan memperoleh informasi untuk mengambil dokumen yang diterbitkan. Syaratnya, warga menunjukkan berkas persyaratan yang asli dan copy-nya, ditukar dengan dokumen yang diminta tersebut.

Layanan Whats Apps ini menurut Hasan merupakan trobosan dari Disdukcapil untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukkan. Dalam hal ini, akta kelahiran dan akta kematian.

Tidak hanya itu, Hasan menuturkan, pihaknya juga melakukan pelayanan terintegrasi. Yakni dengan sekali mengurus dokumen kependudukkan dan pencatatan sipil akan mendapat lebih dari satu dokumen. Sebab, menurut Hasan, dengan satu dokumen utama yang diurus akan terkait dengan perubahan dokumen lainnya.

Ia mencontohkan, meninggalnya seorang warga, maka akan mendapat tiga dokumen yang diberikan. Yaitu akta kematian, perbaikan KTP-el terkait status suami/istri sebelumnya kawin menjadi cerai mati dan perbaikan kartu keluarga dengan berkurangnya anggota keluarga.

Selanjutnya, pengurusan pernikahan non muslim yang berdomisili di Kabupaten Pringsewu akan mendapat enam dokumen sekaligus. Yakni akta perkawinan,kartu keluarga baru, perubahan status KTP suami dan istri menjadi kawin, perbaikan kartu keluarga pihak suami dan pihak istri karena berkurangnya anggota keluarga setelah membentuk keluarga sendiri.

Narto (45) salah seorang warga di Pringsewu sangat mengapresiasi program Disdukcapil tersebut. Akan tetapi, dia berharap supaya trobosan yang tujuannya untuk mempermudah masyarakat, justru menjadi sebaliknya menghambat. Mengingat teknologi yang digunakan dalam layanan itu masih dioperasionalkan oleh manusia.

Dimana, menurut dia, tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian ataupun kesalahan. Oleh karena itu, Narto berharap supaya itu dapat diminimalisir sekecil mungkin. Sehingga apa yang menjadi tujuannya dapat terlaksana dengan baik.

Selain itu, kata Narto, tidak semua wilayah di Kabupaten Pringsewu terdukung dengan koneksi jaringan internet yang baik. Sehingga kondisi tersebut dapat menjadi kendala yang semestinya bisa diantisipasi pihak Disdukcapil.

DPRD Pringsewu meminta kepada Dinas Kependudukkan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tidak hanya sekedar lips service dalam rangka memberikan program trobosan kepada masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Pringsewu Maulana M Lahudin mengatakan, pada prinsipnya DPRD mendukung program yang digulirkan eksekutif selama memegang asas keadilan dalam hal pelayanan publik. Sebab, kata dia, tujuan dari program itu kan mempermudah masyarakat.

"Jangan hanya lips service, tapi faktanya program tersebut sulit diimplementasikan karena faktor SDM. Misal karena faktor operator yang tidak menetap, sehingga masyarakat yang mengakses tidak terbalas komunikasinya," tukas Maulana.

Oleh karena itu lah, dia berharap supaya bagaimana program itu dimanfaatkan dengan baik. Serta disosialisasikan seluasnya kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pringsewu supaya masyarakat juga antusias memanfaatkan program trobosan tersebut.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help